Breaking News:

Berita Nganjuk

Proyek Pedestrian Rp 25 Miliar Diharapkan Jadi Embrio Penataan Ekonomi di Nganjuk

pedestrian tahap dua tersebut akan dimulai dengan pembenahan saluran air pada kedua sisi, yakni di Timur dan Barat.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Pedestrian jalan sisi Barat sepanjang jalan A Yani Kota Nganjuk yang selesai dibangun Pemkab Nganjuk. Tahun ini pembangunan dilanjutkan di sisi Timur. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk intensif melakukan sosialisasi pembangunan pedestrian sisi Timur Jalan A Yani Kota Nganjuk.

Hal itu dilakukan karena dalam proses pembangunan pedestrian yang diperkirakan selesai dalam waktu enam bulan itu, akan banyak mengganggu aktifitas warga di sepanjang Jalan A Yani sisi Timur. Proyek tahun 2021 tersebut dialokasikan dengan anggaran Rp 25 miliar.

Kepala DPRKPP Nganjuk, Agus Frihannedy mengatakan, pihaknya akan meneruskan pembangunan di Kota Nganjuk setelah pedestrian sisi Barat selesai pada 2020 lalu. Dan pada 2021 ini di sisi Timur Jalan A Yani Kota Nganjuk yang akan dilakukan pembangunan.

"Pembangunan pedestrian tersebut meliputi dari Alun-alun Nganjuk atau di Jalan A Yasni sisi Timur, hingga ke jembatan Ploso. Dan pengerjaannya akan dilakukan setelah proses lelang proyek selesai," kata Agus Frihanney saat talkshow di Radio Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Jumat (9/7/2021).

Dijelaskan Agus, pembangunan pedestrian tahap dua tersebut akan dimulai dengan pembenahan saluran air pada kedua sisi, yakni di Timur dan Barat. Karena saat ini saluran di sisi Timur maupun Barat banyak yang rusak akibat akar pohon.

"Seluruh pohon yang ada sepanjang proyek pedestrian akan diremajakan semuanya. Kami akan ganti dengan pohon-pohon baru yang lebih artistik dan ramah lingkungan," ucap Agus.

Lebih lanjut diungkapkan Agus, pembangunan pedestrian di Kota Nganjuk tersebut merupakan embrio dari penataan kawasan ekonomi Nganjuk. Hal itu dimulai dengan adanya pedestrian yang dipastikan akan berimbas dan beresonansi terhadap pembangunan di sekitarnya.

"Di situ nantinya akan terdapat segmen-segmen di sepanjang pedestrian sebagai daya tarik perhatian masyarakat dan wisatawan tentunya," ujar Agus.

Sedangkan untuk penataan pedagang kaki lima maupun UMKM yang selama ini berdagang di sepanjang Jalan A Yani, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk. Di mana pedagang kaki lima maupun UMKM akan dipindah ke Pasar Wage Baru.

Di Pasar Wage Baru, tambah Agus, akan disediakan tenda-tenda untuk para pedagang. Dan di Pasar Wage Baru nantinya dapat dijadikan pusat kuliner Kota Nganjuk.

"Untuk itu, kami mohon dukungan dari masyarakat di sepanjang Jalan A Yani pada saat pelaksanaan pembangunan pedestrian nanti. Diharapkan kesadarannya untuk memaklumi apabila terganggu dengan adanya debu, suara bising dan keberadaan alat berat. Dan kami mohon dukungan, kesadaran dan peran aktif masyarakat," tutur Agus didampingi Sekretaris DPRKPP Kabupaten Nganjuk, Supardi. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved