Virus Corona di Surabaya

DPRD Minta Ada Pendampingan Anak Terpapar hingga yang Ortunya Meninggal karena Covid-19

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya memberi pendampingan terhadap anak terpapar covid-19.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya memberi pendampingan terhadap anak terpapar covid-19 hingga anak yang ditinggal orangtuanya untuk selamanya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya mulai memikirkan pendampingan kepada anak ditinggal orang tua dan orang terdekat karena covid-19.

Mereka perlu penguatan mental dan paikologis. 

Saat ini, tidak sedikit anak yang harus kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya.

Bahkan tidak hanya berhenti di situ beban sang anak.

Mereka akan mengikuti prosedur tracing dalam usianya yang masih anak-anak. 

Mereka juga akan mendapat beban tambahan saat mereka dinyatakan positif covid.

"Bila ada anak yang mengalami hal demikian hendaknya Pemkot turun tangan melakukan pendampingan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perembuan dan Perlindungan Anak (DP5A)," kata Khusnul, Jumat (9/7/2021).

DP5A Kota Surabaya hendaknya menyiapkan rencana pendampingan bagi anak korban pandemi.

Sudah kehilangan orang tua dan sang anak bisa jadi terpapar covid. 

Penguatan mental dan psikologis mereka sangat diperlukan dalam situasi seperti itu.

Khusnul percaya Pemkot Surabaya akan memikirkan langkah tersebut. Demi masa depan anak di masa mendatang. 

Diakui bahwa saat ini lonjakan covid meningkat signifikan. Tidak jarang orang tua yang masih punya anak kecil meninggal.

"Mudah-mudahan pandemi bisa kita atasi bersama. Tidak ada korban lagi yang jatuh," ujar politisi perempuan PDIP ini.

Komisi D sendiri Jumat tadi menggelar rapat koodinasi virtual dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Banyaknya klaster keluarga tentu akan berdampak banyak pula usia anak yang terpapar covid. 

Risiko kematian bagi anak memang tidak setinggi orang tua saat terpapar.

Klasifikasinya di urutan pertama risiko kematian adalah Usia 80 tahun, kemudian 70 tahun baru usia produktif. 

Jumlah yang terpapar covid untuk usia anak nasional di angka 12 persen. Relatif tinggi juga.

Mereka biasanya terpapar karena virus bawaan keluarga.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved