Breaking News:

PLN

Tingkatkan Bauran Energi Terbarukan, PLN Kebut Pembangunan PLTM

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim kebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: PLN UID Jatim untuk surya.co.id
Progres pembangunan PLTM dilakukan PLN UID Jatim yang ditarget beroprasio pada 2022.  

SURYA.co.id | SURABAYA - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim kebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

"Untuk saat ini kami sedang memproses pembangunan 3 PLTM, PLTM Bayu kapasitas 3,6 MW di Banyuwangi, PLTM Sumberarum2 kapasitas 3 MW, dan PLTM Kanzy kapasitas 2,5 MW di Pasuruan," kata Adi Priyanto, General Manager PLN UID Jawa Timur, Kamis (8/7/2021).

Ketiganya masih dalam proses konstruksi dan terkendala musim hujan. Untuk rencana Commissioning Operational Date tahun 2022 dan 2023.

PLTM menjadi pilihan utama dalam meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat karena menggunakan sumber air sebagai energi alternatif. PLTM merupakan pembangkit yang berskala kecil.

"Prinsip dasar PLTM adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit," jelas Adi.

Realisasi pembangkit EBT PLN UID Jawa Timur tahun 2021, 13,65 MW untuk PLTSa/PLTBm, 20,83 MW untuk PLTM, dan 0,95 MW untuk PLTS.

Saat ini di Jawa Timur dipasok 5 PLTM yang dikelola oleh PLN maupun Independent Power Producer (IPP) diantaranya yakni PLTM Lodagung kapasitas 2 x 0,65 MW, PLTM Taman Asri 1,17 MW, PLTA Wonorejo 6,5 MW, PLTM Ampel Gading 2 x 5 MW, PLTM Sampean Baru 1,85 MW.

Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebar di wilayah kepulauan Madura diantaranya Pulau Masakambing 100 KWP, Pulau Paleyat 50 KWP, Pulau Sakala, 100 KWP, Pulau Saobi 100 KWP, Pulau Sabunten 150 KWP, Pulau Tonduk 200 KWP, Pulau Goa-goa 200 KWP, Pulau Pagerungan Kecil 50 KWP.

Sementara untuk PLTS Atap terdapat 279 pelanggan di Jawa Timur dengan kapasita 4.42- MWP.

Selain itu, wilayah Jatim pun memiliki potensi pengembangan EBT 779,9 MW mulai dari Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) di sejumlah kawasan.

Seperti Gunung Wilis, Arjuno, Pandan Argopuro, Krucil, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, PLTS di kepulauan, PLTS & PLTB (Hybrid) di Tuban, PLTM dan PLTA.

Adi menambahkan, pengembangan EBT dirancang dengan tetap mempertimbangkan supply and demand, potensi energi terbarukan setempat, keekonomian, keandalan, ketahanan dan kesinambungan sistem energi nasional.

"Dalam hal ini, PLN pun menunjukkan kesungguhannya dalam menurunkan emisi karbon bukan hanya didasari oleh kebijakan dan perjanjian internasional semata, tetapi supaya generasi mendatang dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dari hari ini," tandas Adi.

Program ini merupakan bagian dukungan dan  komitmen pemerintah untuk mencapai 23 persen porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) pada Bauran Energi Nasional di tahun 2025.

Selain itu sebagai salah satu pemenuhan target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Paris Agreement.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved