Virus Corona di Surabaya

Sosok Dokter Aliy Akbar Al Busani, Mahasiswa PPDS Unair yang Gugur Terpapar Covid-19

Sosok dokter Aliy Akbar Al Busani, mahasiswa PPDS Unair yang gugur terpapar Covid-19 dikenal sebagai pribadi yang ceria dan menyenangkan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Tri Mulyono
SURYA.CO.ID/SULVI SOFIANA
Penghormatan terakhir untuk dokter Aliy Akbar Al Busani, mahasiswa PPDS Unair yang gugur karena Covid-19. Berikut ini sosok dan biodata dokter Aliy Akbar Al Busani. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berikut ini  sosok dan biodata dokter Aliy Akbar Al Busani, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) - RSUD Dr Soetomo yang gugur terpapar Covid-19.

Selain dokter Aliy Akbar Al Busani, masih banyak lagi tenaga kesehatan di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang terpapar Virus Corona atau Covid-19.

Karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya mengingatkan bahwa penyebaran Covid-19 di Surabaya begitu mengkhawatirkan.

Tim tenaga kesehatan kewalahan menangani pasien Covid-19, sehingga para nakes bertumbangan.

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair, dr Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD menuturkan, meninggalnya dokter Aliy Akbar Al Busani merupakan pukulan yang mendalam bagi Unair khususnya Fakultas Kedokteran.

"Unair kembali kehilangan salah satu pengabdinya yang selalu memberikan sumbangsih pada penelitian dan pelayanan kesehatan. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusinya di Unair selama menjalani pendidikan," ujanya, Kamis (8/7/2007).

Dokter Aliy merupakan PPDS Obgin FK Unair angkatan tahun tahun 2019.

Saat ini dia sedang menempuh PPDS 1 dan masuk ke semester 5.

Di mata rekan sejawat PPDS di Departemen Obgyn, ia dikenal sebagai sosok ceria.

"Dia sangat ringan tangan dan rajin. Kalau salah satu dari kami ada yang berhalangan jaga, dia pasti langsung menawarkan bantuan.

Aliy juga ceria dan selalu ingin membuat teman-temannya ketawa," ungkap Dokter Rachma Wulan Pratiwi Suherman, rekan seangkatannya.

Dokter lajang berusia 29 tahun ini juga dikenal sebagai junior yang rajin.

Yang selalu berusaha mengerjakan tugas sebaik mungkin dan enggan membebani orang.

"Kondisi rentan paparan Covid 19 disadari betul oleh Aliy. Bila sedang merasa gejala yang mengarah COVID 19, ia langsung tes swab PCR. Dan hasilnya selalu negatif," kenang Rachma.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved