Breaking News:

Persebaya Surabaya

Sikap Persebaya Surabaya dan Arema FC soal Penundaan dan Tak Pastinya Kick-off Liga 1 2021

Persebaya Surabaya dan Arema FC merupakan dua tim besar di Indonesia yang lama terlibat dalam rivalitas tinggi

Editor: Fatkhul Alami
Instagram Persebaya
Rendi Irwan, pemain senior milik Persebaya Surabaya. Sikap Persebaya Surabaya dan Arema FC soal Penundaan dan Tak Pastinya Kick-off Liga 1 2021 

Meski terus berlatih di tengah ketidak pastian kompetisi, Aji menilai penggawa tim berjuluk Bajol Ijo menjalankan semua program penuh antusias.

"Saya lihat anak-anak semua sangat luar biasa latihan, dalam keadaan 100 persen," pungkasnya.

Arema FC

Tim Arema FC nampak keberatan dengan keputusan PT LIB, terkait gelaran kompetisi yang akan diundur sampai akhir Agustus 2020 atau satu bulan setelah PPKM Darurat.

Menurut manajemen Arema FC, sebaiknya PT LIB juga harus memikirkan dampak dari mundurnya jadwal kompetisi hingga akhir Agustus.

Dampak yang akan muncul salah satunya ialah soal durasi kontrak pemain, yang tentunya akan lebih lama dari durasi kontrak awal para pemain.

Seperti diketahui dua pemain asing Arema FC, Renshi Yamaguchi asal Jepang dan Adilson Maringa asal Brasil baru didatangkan Juni lalu, sedangkan sisanya sebanyak dua pemain kabarnya baru akan tiba dan dikontrak bulan Juli ini.

"Menanggapi pernyataan LIB terkait kompetisi baru akan digelar 20 Agustus, kami Arema FC sebenarnya secara prinsip berusaha memberikan masukan dan saran agar kompetisi ini harus segera bergulir, karena sudah mengalami beberapa kali kemunduran. Dimana Arema FC sendiri sebagian besar sudah melakukan kontrak dengan pemain, ada yang dibulan Februari-Maret, untuk pemain asing kontrak bulan Juni-Juli, rata-rata kontrak yang kami buat berlaku sepuluh bulan atau mengikuti masa kompetisi," kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Selasa (6/7/2021).

Diego Michiels memperlihatkan jersey Arema FC nomor punggung 24.
Diego Michiels memperlihatkan jersey Arema FC nomor punggung 24. (surya.co.id/dya ayu)

Untuk itu manajemen Arema FC dalam manager meeting beberapa hari lalu mengusulkan agar kompetisi segera digelar paling tidak 15-20 hari setelah PPKM Darurat, bukan satu bulan sebelum PPKM. Hal ini dilakukan agar kompetisi berakhir tetap sesuai masa kontrak pemain.

"Untuk itu saat manager meeting kemarin, kami mengusulkan agar kompetisi tetap berakhir pada bulan Maret 2022. Sebagai jalan tengah, kompetisi tidak digelar satu bulan setelah PPKM, tapi paling tidak 15 hari atau 20 hari setelah PPKM. Ini untuk menghindari dikemudian hari sengketa dengan pemain terkait masa kontrak. Artinya sengketa antara pemain dan klub, terkait perpanjangan kontrak, khususnya pemain asing," jelasnya.

Untuk itu manajemen Arema FC berharap agar segera kembali ada diskusi berikutnya untuk membahas beberapa hal yang harus diantisipasi dan pertimbangkan.

"Utamanya dalam kontek memproteksi hubungan kerja klub dengan pemain dan ofisial," ujar Sudarmaji.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved