Berita Malang Raya

UPDATE Gus Idris Al Marbawy Minta Maaf Setelah Jadi Tersangka Penyebar Berita Bohong, Ini Reaksi NU

Berikut ini update penetapan Idris Al Marbawy atau akrab disapa Gus Idris sebagai tersangka kasus pemberitaan bohong. 

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Musahadah
surya/erwin wicaksono
Gus Idris, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannnah, Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang memberi penjelasan, Rabu (7/7/2021), setelah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong. 

"Pada intinya sikap-sikap kami sebagai santri NU adalah siap menerima permintaan maaf dan berdamai. Namun, proses hukum tetap kami serahkan ke kepolisian," jelasnya.

Selain itu, Zulham juga menyerahkan sepenuhnya keputusan status hukum yang didapat Idris Al Marbawy.

"Saya apresiasi kerja kerasnya kepolisian. Kami menghormati proses penyidikan, biar kepolisian yang memutuskan," tutupnya.

Polisi Jerat 3 Pasal

Gus Idris Al Marbawy, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannnah, Babadan, Ngajum yang jadi tersangka berita bohong.
Gus Idris Al Marbawy, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannnah, Babadan, Ngajum yang jadi tersangka berita bohong. (youtube gus idris official)

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara'langi menjelaskan, Gus Idris ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan sejumlah bukti yang terkumpul saat gelar perkara yang dilakukan  29 Juni 2020.

"Idris telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberitaan bohong," ujar Donny ketika dikonfirmasi.

Tersangka yang populer disebut Gus Idris tersebut disangkakan Pasal 14 Ayat 1 dan 2, Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 KUHP.

Kasus video heboh Idris jadi korban penambakan viral pada Maret 2021.

Video  yang diunggah akun YouTube Gus Idris Official itu memperlihatkan Gus Idris berjalan menuju mobil bersama sejumlah orang.

Sebelum sampai di mobil, terdengar suara tembakan.

Pada waktu bersamaan, pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, itu jatuh dan terguling.

Terlihat bercak darah di dadanya. Gus Idris lantas ditolong oleh orang-orang yang sedang bersamanya.

Tidak lama setelah video itu beredar, akun YouTube Gus Idris Official mengunggah video yang berisi empat orang.

Dalam video kedua itu, empat orang itu menganalisa kejadian penembakan tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved