Breaking News:

Berita Malang Raya

UPDATE Gus Idris Al Marbawy Minta Maaf Setelah Jadi Tersangka Penyebar Berita Bohong, Ini Reaksi NU

Berikut ini update penetapan Idris Al Marbawy atau akrab disapa Gus Idris sebagai tersangka kasus pemberitaan bohong. 

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Musahadah
surya/erwin wicaksono
Gus Idris, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannnah, Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang memberi penjelasan, Rabu (7/7/2021), setelah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Berikut ini update penetapan Idris Al Marbawy atau akrab disapa Gus Idris sebagai tersangka kasus pemberitaan bohong. 

Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannnah, Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang itu disangkakan telah menyebarkan video penembakan palsu alias hoax. 

Setelah penetapan tersangka, Gus Idris akhirnya bersuara. 

Pria yang akrab disapa Gus Idris ini mengaku akan bersabar menunggu hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Malang.

"Tentang pemeriksaan, kami ikhtiar. Belum tau hasilnya. Saya ucapkan terimakasih kepada kepolisian. Intinya kami tunggu, yang jelas ishlah atau upaya-upaya perdamaian sudah kami ajukan. Saat pemeriksaan pertanyaannya meliputi kemarin-kemarin," beber Idris saat memberikan keterangan resmi di Polres Malang pada Selasa (6/7/2021) malam.

Baca juga: Sosok Gus Idris Al Marbawy, Tersangka Penyebar Berita Bohong Setelah Video Penembakan Hoax Viral

Idris menegaskan dirinya telah mengajukan permintaan maaf kepada para pelapor salah satunya Zulham Mubarok, Sekretaris LTNU Kabupaten Malang.

"Dengan hati yang sangat senang dan bahagia berjalan dengan lancar, ishlah. Saat ini kami belum bisa bertemu dengan beliau (Zulham), hari ini ishlah.  Kemarin beliau (Zulham) berjanji mencabut laporan," terang pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Babadan, Ngajum itu.

Juru Bicara Idris Al Marbawy, Yan Firdaus bersikukuh jika konten yang dibuat kliennya tersebut tidak ada unsur penjelasan mengenai penembakan.

"Kami tidak ada statement bahwa ada penembakan. Itu tidak ada," jelasnya.

Terakhir, Yan menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya klarifikasi usai konten video yang diunggah di YouTube tersebut viral.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved