Breaking News:

Virus Corona di Sidoarjo

Pastikan Stok Oksigen untuk Rumah Sakit di Sidoarjo Tercukupi, Gus Muhdlor Minta Masyarat Tak Panik

Berbeda dengan sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan, stok oksigen di Sidoarjo aman dan tercukupi.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya.co.id/m taufik
Stok tabung di salah satu distributor di Sidoarjo. Bupati Gus Muhdlor memastikan pasokan tabung oksigen untuk rumah sakit di Sidoarjo tercukupi. 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Berbeda dengan sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan, stok oksigen di Sidoarjo aman dan tercukupi.

Termasuk stok untuk 19 rumah sakit rujukan covid-19 dan kebutuhan lain, disebut semuanya masih dalam posisi aman.

“Stok untuk rumah sakit dan sebagainya aman. Oksigen di Sidoarjo tercukupi, dan saya pastikan sampai hari ini semuanya aman,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Rabu (7/7/2021).

Selain memastikan kondisi itu, bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor juga meminta kepada masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah termakan isu yang beredar di media sosial. Apalagi kabar-kabar yang belum pasti kebenarannya.

“Jangan sampai panik, apalagi sampai panic buying dengan memborong ini dan itu gara-gara kabar di media sosial. Sekali lagi, jangan melakukan hal-hal yang justru malah merugikan diri sendiri,” lanjutnya.  

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo, dokter Abdillah Segaf Al Hadad. Ditegaskannya bahwa ketersediaan oksigen di semua rumah sakit rujukan covid-19 di Sidoarjo dalam posisi aman dan tercukupi.

”Stok di Sidoarjo semua aman. Kita punya dua tabung gas, yakni 3.000 m3 dan 6.000 m3 yang juga sudah ditambah ukuran 6000 m3. Itu bisa untuk satu bulan ke depan di RSUD Sidoarjo,” kata Abdillah Segaf.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah termakan berita atau informasi di media sosial yang belum tentu benar. Harus verifikasi dulu ketika membaca kabar atau mendapat kiriman terkait hal-hal yang belum pasti.

“Lebih baik di rumah saja, makan yang enak, tidak usah ikutan parno atau panik mendengar kabar di media sosial. Karena itu akan menurunkan imun,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved