Breaking News:

Berita Sampang

Masuk Pasar di Sampang Harus Miliki Sertifikat Vaksin, Kalau Bandel Kios Ditutup

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka para pedagang dan pengunjung pasar wajib menunjukkan sertifikat vaksin bila memasuki pasar.

Editor: Deddy Humana
surya/hanggara pratama
Polisi menjaga di portal Pasar Srimangunan Sampang, untuk memeriksa persyaratan para pengunjun di masa PPKM darurat, Rabu (7/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Pengetatan terhadap interaksi antar manusia di pasar-pasar tradisional menjadi pilihan Pemkab Sampang, ketimbang menutup tempat jual beli tersebut. Bentuknya adalah, pemkab mewajibkan para pedagang dan pengunjung untuk menunjukkan sertifikat sudah divaksin saat memasuki pasar.

Artinya sertifikat vaksin menjadi syarat mutlak. Kalau tidak punya, jangan berharap pengunjung atau pedagang bisa masuk dan beraktifitas di dalam pasar.

Kebijakan itu dilakukan untuk mensukseskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali Covid-19 di Kota Bahari, 3 - 20 Juli 2021 mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan mengatakan, bahwa salah satu tempat yang menjadi atensi khusus dalam menerapkan PPKM adalah pasar.

Menurutnya, pasar adalah tempat yang memiliki aktifitas tinggi atau berkerumun sehingga paling besar berpotensi terjadi penyebaran Covid-19.

"Jadi untuk sementara ini Pasar Srimangunan menjadi contoh buat pasar lain, di mana setiap hari ada Satgas Covid-19 yang bersiaga," ujar Yuliadi, Rabu (7/7/2021).

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka para pedagang dan pengunjung pasar wajib menunjukkan sertifikat vaksin bila memasuki pasar.

Jika tidak dapat menunjukkan bukti telah menjalankan vaksin, maka saat itu juga harus menjalankan vaksinasi karena di lokasi sudah disediakan gerai vaksinasi.

"Termasuk pedagang dan pengunjung wajib bermasker, bila tidak memakai akan langsung di-swab antigen," terang Yuliadi.

Sementara penyidik Satpol PP Sampang, Suharto menyampaikan, jika di hari pertama akan langsung menyasar para pedagang Pasar Srimangunan untuk dimintai bukti sertifikat vaksin.

Apabila tidak memiliki pihaknya akan mengarahkan pedagang untuk melaksanakan vaksinasi di gerai yang berlokasi di parkiran pasar.

"Harus menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter kalau pedagang enggan divaksin, jika tidak memiliki dan bandel tidak mau divaksin, terpaksa kiosnya kami tutup," pungkasnya. HANGGARA PRATAMA

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved