Breaking News:

Peternak Ayam Potong di Blitar Mengaku Senang saat Harga Anjlok, CPI Beli 1.300 Ekor Segini Harganya

Peternak Wlingi Kabupaten Blitar Agus saat mendampingi petugas Charoen Pokphand Indonesia (CPI) mengambil ayam broiler ternakannya. 

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: cpi
Peternak Wlingi Kabupaten Blitar Agus saat mendampingi petugas Charoen Pokphand Indonesia (CPI) mengambil ayam broiler ternakannya.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Peternak mandiri ayam broiler (potong) di Wlingi, Kabupaten Blitar, Agus Susanto mengaku  senang karena 2,7 ton atau 1.300 ekor ayamnya dibeli Charoen Pokphand Indonesia (CPI)

"Allhamdulillah dibeli dengan harga di atas pasar lokal. Ada selisih yang membuat kami sebagai peternak lebih untung," kata Agus, Selasa (6/7/2021).

Sebelum dibeli CPI, stok ayam Agus menumpuk di kandang. Salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid 19 yang membuat permintaan pasar lokal turun.

"Sudah dua tahun pandemi Covid-19 ini, pasar ayam broiler nyungsep. Harganya jatuh dan permintaan di pasar rendah," katanya.

Bahkan, ia mengaku, beberapa waktu lalu, harga jual ayam per kilogramnya sangat jatuh sekali, yakni Rp 14.000 per kg. 

Padahal, normalnya kisaran Rp 19.000 - Rp 19.500 per kg.

"Waktu harga pasar jatuh itu, stok ayam saya di kandang berlimpah. Panen yang biasanya habis 1 - 2 hari itu baru habis selama seminggu," tambah dia.

Disampaikannya, permintaan pasar merosot. Biasanya, broker bisa beli 10 ton, karena daya beli di pasar rendah, akhirnya hanya beli 2 ton.

"Sekarang mulai beranjak naik. Harga ayam per kilogram sudah Rp 16.000 per kg dan allhamdulillah dibeli sama CPI dengan harga Rp 17.000 per kg. Ada selisih keuntungan Rp 1.000 dari pasar lokal," jelas Agus.

Ia berharap, CPI ini bisa rutin membeli ayam - ayam dari peternak lokal. Ia berharap program semacam ini bisa berlanjut terus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved