Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Tadarus Qur'an dan Selawat Tibbil Qulub selama PPKM Darurat 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuat kebijakan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Tadarus Al Qur'an dan melantunkan selawat Tibbil Qulub.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) bersama Tim Satgas Covid-19 dalam apel gelar pasukan terkait penerapan PPKM Darurat di Mapolresta Mojokerto, Senin (5/7/2021). Dalam kegiatan tersebut Ning Ita mengajak ASN tadrus Qur'an dan membaca Selawat Tibbil Qulub setiap hari selama PPKM Darurat. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuat kebijakan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN),  Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingkat Kecamatan hingga kelurahan melaksanakan Tadarus Al Qur'an dan melantunkan selawat Tibbil Qulub.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Tim Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 451/5747/417.101.2/2021 yang disahkan oleh Walikota Mojokerto.

Surat edaran tersebut berisi pemberlakuan PPKM Darurat serta dalam rangka perwujudan ikhtiar mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar wabah Pandemi di Kota Mojokerto segera berakhir.

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto, menuturkan seluruh jajaran OPD maupun tingkat Kecamatan dan Kelurahan agar melakukan Tadarus Al Qur'an dan melantunkan selawat Tibbil Qulub setiap hari selama pemberlakuan PPKM Darurat.

"Ketika surat edaran Satgas Covid-19 tentang PPKM Darurat diberlakukan pada malam harinya saya memimpin rapat seluruh Tim Satgas Covid-19 hingga level keluraha untuk membuat sejumlah kebijakan, salah satunya adalah ikhtiar lahir dan batin yang diharapkan dapat menurunkan angka kasus baru maupun angka kematian Covid-19 di Kota Mojokerto," ungkapnya, Senin (5/7/2021).

Ia mengatakan ada dua ikhtiar yang dilakukan yakni dalam ikhtiar lahir dan batin. Pertama ikhtiar lahir dilakukan dengan penerapan PPKM Darurat yang mengedepankan Prokes 5M bagi personal maupun masyarakat.

Kemudian ikhtiar batin sebagai umat beragama juga wajib memohon bantuan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa karena terjadinya Pandemi Virus Corona/ Covid-19 adalah terjadi tidak lepas dari takdir.

"Maka saya membuat keputusan bahwa sejak 3 Juli-21 Juli di Pemkot dan Rumah Rakyat setiap hari ada satu majelis yang melaksanakan Khotmil Qur'an sekaligus pembacaan selawat Tibbil Qulub juga seluruh OPD dan Kantor Kelurahan melakukan hal yang sama," jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan Tadarus Al Qur'an dan melantunkan selawat Tibbil Qulub tidak harus mengundang habib atau Hafidoh namun paling tidak ada staf masing-masing yang melaksanakannya.

Sedangkan,pembacaan Al Qur'an tidak harus sampai Khatam, bisa satu juz atau surah dan membaca selawat Tabbil Qulub tersebut.

Melantunkan 3 kali Sholawat Tibbil Qulub:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

"Kalau ikhtiar lahir dan batin ini kita lakukan secara berseiring maka keyakinan kita menjadi sangat tinggi bahwa Allah akan segera menurunkan bantuan pada umat manusia khususnya masyarakat Kota Mojokerto agar kondisi (Pandemi) bisa terkendali dan bisa segera masuk minimal status zona kuning itu harapannya," ucap Ning Ita.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved