Breaking News:

Virus Corona di Jember

Langkah Antisipasi RS dr Soebandi Jember terkait Tingkat Keterisian Kamar Tidur RS hampir Penuh

Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember terus menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
Foto: rsd dr soebandi jember
RSD dr Soebandi Jember mendirikan tenda IGD Covid-19 di pelataran rumah sakit, Senin (5/7/2021). 

Karenanya, pihaknya mendirikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 Tenda. Tenda berwarna oranye bertuliskan BPBD Provinsi Jawa Timur itu berdiri sejak 2 Juli 2021. Tenda itu berdiri di halaman RSD dr Soebandi Jember.

Hendro menjelaskan, tenda itu berfungsi sebagai IGD Covid-19. "Fungsinya sebagai ruang observasi sebelum masuk ruang isolasi. Selain itu, juga untuk menunggu penyiapan ruang," imbuh Hendro.

Untuk menambah ruang isolasi, pihaknya mengubah ruang non-Covid-19 yang okupansinya sedikit menjadi ruang isolasi Covid-19. Ketika diubah menjadi ruang perawatan pasien Covid-19, kata Hendro, pihaknya menyesuaikan sesuai dengan standar ruangan perawatan pasien Covid-19.

RSD dr Soebandi Jember merupakan RS rujukan untuk wilayah Jawa Timur bagian timur. Karenanya, rumah sakit yang berada di Kecamatan Patrang itu, harus siap dan siaga menerima kiriman pasien, baik Covid-19 maupun non-Covid-19.

Sementara, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit lain di Jember juga tidak jauh berbeda dengan RS Soebandi Jember.

10 RS yang menerima pasien Covid-19 di Jember, selain RSD dr Soebandi, juga mengalami lonjakan pasien Covid-19. BOR 10 RS tersebut berada di angka 40 persen hingga 100 persen.

Sedangkan rata-rata BOR di seluruh RS di Jember mencapai 83,80 persen per 4 Juli 2021.

Bahkan BOR RS Siloam hingga kemarin 4 Juli mencapai 100 persen, alias penuh, baik untuk ruang isolasi ICU maupun isolasi Covid-19 non-ICU.

Sedangkan semua tempat tidur perawatan pasien Covid-19 RS Kaliwates Jember dan RS Perkebunan PTPN X/Jember Klinik semuanya terisi, jika mengacu pada data di Siranap (Sistem Informasi Rawat Inap), hingga Senin (5/7/2021).

Menghadapi fenomena terus bertambahnya pasien Covid-19, Bupati Jember Hendy Siswanto terus mewanti-wanti masyarakat Jember untuk menaati PPKM Darurat, juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kepada seluruh masyarakat Jember, mari bersama-sama menaati PPKM Darurat. Juga terus menerapkan Prokes. Rumah sakit terus terisi, sekarang di angka 80 persenan tingkat keterisian.

Kami memang menambah tenda darurat di RSD dr Soebandi Jember, juga ada ruang isolasi di dua hotel kami siapkan," tegas Bupati Hendy.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved