Breaking News:

Virus Corona di Lumajang

Kasus Baru Covid-19 di Lumajang Tambah 94 Orang, Jumlah Total 3.573 Kasus, Terbanyak Kecamatan ini

Kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang kembali pecah rekor. Per hari ini (5/7/2021) ada penambahan kasus corona mencapai 94 orang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Lumajang Thoriqul Haq (tengah) saat mengumumkan kebijakan libur sekolah selama 14 hari sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona di Lumajang, Minggu (15/3/2020). Kasus baru covid-19 di Lumajang per Senin (5/7/2021) bertambah 94 orang. 

SURYA.CO.ID | LUMAJANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang kembali pecah rekor. Per hari ini (5/7/2021) ada penambahan kasus corona mencapai 94 orang.

Menurut informasi, lonjakan kasus penambahan corona paling banyak berasal dari Kecamatan Lumajang, yaitu sekitar 23 orang. Sisanya, ada di Senduro, Pasirian, Candipuro yang jumlahnya 8 sampai 10 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, peningkatan tersebut merupakan rekor tertinggi yang terjadi di Lumajang.

"Tidak hanya kasus terkonfirmasi, kasus orang yang meninggal setiap hari cukup banyak. Sekarang kasus positif baru 94 sedangkan yang meninggal 13," kata dr Bayu.

Menurutnya, peningkatan kasus baru ini didominasi dari klaster keluarga.

Sementara, meningkatnya kasus baru COVID-19 ini diklaim karena gencarnya tracing dan testing di Lumajang.

"Melonjak karena hasil Rapid tes banyak yang positif dari kontak erat pasien konfirm corona," terangnya.

dr Bayu pun mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Dengan adanya tambahan baru, akumulasi kasus Covid-19 di Lumajang mencapai 3.573 kasus.

Sementara jumlah orang aktif terinfeksi Covid-19 sekarang mencapai 372 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 223 melakukan isolasi isolasi di rumah, sedangkan 149 dirawat di rumah sakit.

Terus melonjaknya, pasien yang dirawat di rumah sakit tentu menjadi kekhawatiran sendiri bagi pemerintah setempat.

Sebab ketersediaan bed isolasi di beberapa rumah sakit hanya disediakan sebanyak 260 tempat tidur.

"Kami harapannya dalam waktu dekat bisa menambah bed isolasi untuk mengantisipasi ledakan penularan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved