Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat, Stasiun Malang Hanya Layani 3 Perjalanan KA Jarak Jauh Jurusan Jakarta dan Bandung

Stasiun Malang hanya membuka tiga perjalanan kereta api (KA) jarak jauh di dua daerah yakni Jakarta dan Bandung

tribun jatim/fikri firmansyah
Foto ilustrasi penumpang kereta api di masa pandemi covid-19 

SURYA.CO.ID, MALANG - Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat yang dimulai hari ini 3-20 Juli 2021 Stasiun Malang hanya membuka tiga perjalanan kereta api (KA) jarak jauh di dua daerah yakni Jakarta dan Bandung

Ketiga perjalanan KA jarak jauh itu meliputi KA Gajayana relasi Malang - Gambir, Jakarta.

KA Malabar relasi Malang - Bandung, KA Jayabaya relasi Malang - Pasar Senen Jakarta.

Ketiga daerah itu tidak termasuk daftar perjalanan yang dibatalkan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sebelumnya yang dibatalkan ialah KA Brawijaya relasi Malang - Gambir Jakarta (PP), KA Kertanegara relasi Malang - Purwokerto (PP) dan KA Matarmaja relasi Malang - Pasar Senen Jakarta (PP).

Selama masa PPKM Darurat ini, Manager Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di Daop 8 Surabaya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, pelanggan juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

"Aturan itu nantinya akan diterapkan sejak 5-20 Juli 2021," ucapnya, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Arena Publik dan Tempat Wisata di Kabupaten Lamongan Tutup Selama PPKM Darurat

Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang belum atau tidak divaksin dengan alasan medis tetap dapat menggunakan Kereta Api Jarak Jauh.

Syaratnya pun harus dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku.

"Untuk pelanggan di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Begitu juga untuk pelanggan di bawah 5 tahun juga tidak diharuskan menujukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen," ucapnya.

Luqman menambahkan, setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam).

Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Adapun untuk pelanggan KA Lokal dan KA Aglomerasi tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen.

Namun akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun.

"Aturan itu mengacu pada SE Kemenhub No 42 Tahun 2021 tentang petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19," ucapnya.

KAI Daop 8 Surabaya juga menyediakan lima stasiun yang menyediakan Rapid Test Antigen seharga Rp 85.000.

Lima stasiun itu di antaranya di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Syaratnya adalah dengan menunjukkan kode booking atau tiket KA Jarak Jauh dan kartu vaksin khusus bagi pelanggan KA Jarak Jauh. Ke depan jumlah stasiun yang menyediakan layanan Rapid Test Antigen akan ditambah secara bertahap.

“Pada saat proses boarding, petugas akan mengecek seluruh persyaratan pelanggan dengan teliti, cermat, dan tegas untuk memastikan pelanggan yang diizinkan naik kereta api benar-benar telah memenuhi syarat yang ditetapkan,” tandasnya. (Rifky Edgar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved