Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kediri

PPKM Darurat, Forkompinda Kota Kediri Berkolaborasi Menekan Laju Penyebaran Covid-19

Pada pelaksanaan PPKM Darurat, Wali Kota Kediri bersama Forkopimda Kota Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menerapkannya.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama AKBP Wahyudi melihat Comand Center di Mapolres Kediri Kota, Sabtu (3/7/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Forkopimda Kota Kediri berkolaborasi untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan PPKM Darurat yang dimulai pada Sabtu (3/7/2021) ini, hingga 20 Juli 2021.

“Saya dan Forkopimda berkomitmen menekan laju Covid-19, sehingga tidak jadi ledakan lagi. Kalau ada ledakan lagi, berapa tempat tidur yang harus kami siapkan, di rumah sakit sudah 30 persen lebih untuk tempat tidurnya," ungkap Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar di Mapolres Kediri Kota, Sabtu (3/7/2021).

Dijelaskannya, Forkopimda Kota Kediri memiliki komitmen yang kuat untuk terus menekan laju Covid-19. Berbagai upaya terus dilakukan agar ledakan kasus Covid-19 yang terjadi bisa ditekan.

Mulai dari pasukan, tempat-tempat isolasi terpusat, penambahan tempat tidur isolasi di rumah sakit, kesiapan tenaga medis di rumah sakit dan juga kesiapan vaksinator untuk percepatan vaksinasi.

Wali Kota Kediri memohon pengertian kepada seluruh masyarakat Kota Kediri untuk bersama-sama menyamakan persepsi terkait Covid-19 yang saat ini, di Kota Kediri serta di Jawa Timur lonjakannya sudah sangat tinggi sekali.

Pada pelaksanaan PPKM Darurat, Wali Kota Kediri bersama Forkopimda Kota Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menerapkannya.

Karena, untuk menekan angka laju Covid-19 dalam PPKM Darurat ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.

“Kita tidak bisa menyelesaikan ini sendiri, yang bisa kita lakukan bergotong-royong bersama masyarakat sehingga Covid-19 ini bisa kita tekan kembali seperti sebelum-sebelumnya," ungkapnya.

Wali Kota Kediri memohon maaf untuk masalah perekonomian dan lain-lain harus mengerem dahulu.

"Kebijakan ini tidak bisa kita tolak, karena ini langsung dari pusat. Jadi kita menjalankan saja. Harap masyarakat lebih berhati-hati dan waspada,” ungkapnya.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Wahyudi menjelaskan, telah menyiapkan tim gabungan dengan kekuatan personel sejumlah 540 orang.

Nantinya juga akan dilakukan penyekatan pada titik-titik keramaian di Kota Kediri. Operasi yustisi juga akan terus dilakukan.

“Untuk titik-titik keramaian di Kota ada 3 sampai 4 titik yang akan kami sekat, lalu untuk kendaraan dari luar kota juga sudah ada titik-titik yang jangankan masuk, mendekat ke kota saja tidak boleh," jelasnya.

Selain itu, ada rekayasa lalu lintas dan operasi yustisi waktunya bisa berubah-berubah tergantung situasi.

"Kalau masyarakat sudah tertib, kami perkecil. Saya imbau agar kiranya masyarakat bisa menahan diri. Kami Forkopimda Kota Kediri menjalankan apa yang menjadi arahan dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved