Breaking News:

Berita Banyuwangi

PPKM Darurat, Banyuwangi Perkuat Tempat Isolasi dan Terus Percepat Vaksinasi

Dalam PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus melakukan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani beserta jajaran Forkopimda Banyuwangi menggelar rapat koordinasi secara daring terkait penerapan PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Seiring diberlakukannya aturan-aturan dalam PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus melakukan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran Covid-19, sekaligus mengurangi beban rumah sakit (RS) yang tingkat keterisian tempat tidurnya (bed occupancy rate/BOR) terus meningkat.

Jajaran Forkopimda Banyuwangi menggelar rapat koordinasi secara daring yang diikuti para tokoh agama, kepala ODP, camat, kepala desa/lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pelaku usaha. Tampak hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Dandim 0825 Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, dan Danlanal Letkol Laut (P) Eros Wasis

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat tempat isolasi terpusat, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk pasien tak bergejala.

Selain menekan potensi penularan, isolasi terpusat juga memudahkan tenaga medis dalam melakukan penanganan pasien sekaligus bisa mengurangi beban RS.

Banyuwangi telah memiliki tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten di Balai Diklat ASN yang berkapasitas 130 pasien, dan bisa dikembangkan hingga 150 pasien. Saat ini Balai Diklat ASN dihuni 68 pasien Covid-19 tanpa gejala.

Ada pula kecamatan yang memanfaatkan gedung sekolah sebagai tempat isolasi. Gedung Wanita juga disiapkan sebagai pusat isolasi bila terjadi lonjakan.

”Isolasi terpusat kami harapkan mengurangi potensi penularan, sehingga otomatis menekan jumlah kasus aktif,” ujar Bupati Ipuk.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan tes dan tracing.

“Kunci penanganan pandemi Covid-19 adalah disiplin protokol kesehatan dan 3T (tes, tracing, treatment). Tracing perlu diperluas, sehingga bisa langsung ada treatment kalau ada yang positif,” kata Bupati Ipuk.

”Kami juga mempercepat vaksinasi sesuai stok dari pusat. Per 1 Juli, sudah 341.551 warga divaksin dosis pertama, dan terus berlanjut yang dapat dosis kedua. Vaksinasi terus jalan, setiap hari, dengan dukungan luar biasa dari TNI dan Polri,” imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved