Breaking News:

PPK Darurat di Gresik

Aturan Lengkap PPKM Darurat di Gresik, Pembeli Kopi Dilarang Nongkrong di Warkop

Pada penerapan PPKM darurat di Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatur salah satunya soal jual beli makanan dan minuman harus dibawa pulang.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/Willy Abraham
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani akrab dipanggil Gus Yani memimpin rapat para pengelola wisata di Aula kolam renang Dinasty, Kamis (1/7/2021). Bupati mengeluarkan SE berisi aturan lengkap PPKM di Gresik. 

Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama). Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H- 1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;

Ketentuan sebagaimana dimaksud hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Kabupaen Gresik serta tidak berlaku untuk trasportasi dalam wilayah aglomerasi Surabaya Raya, Lamongan.

Sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah tetap diberlakukan.

Melarang setiap bentuk aktivitas atau kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Melaksanakan pengetatan aktivitas dan edukasi dengan prinsip COVID-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan pertemuan panjang (lebih dari 15 menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, bcrbicara dan tcrtawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama.

Penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang harus diterapkan setiap orang.

Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara berulang terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain (seperti gagang pintu atau pegangan tangga), menyentuh daerah wajah dengan tangan perlu dihindari.

Jenis masker yang lebih baik, akan lebih melindungi (sebagai contoh masker bedah sekali pakai lebih baik dari masker kain, dan masker N95 lebih baik dari masker bedah). Saat ini, penggunaan masker sebanyak 2 lapis merupakan pilihan yang baik. Masker sebaiknya perlu diganti setelah digunakan lebih dari empat jam.

Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi, untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas.

Pertimbangan jarak dapat diterapkan sebagai beraktivitas dari rumah saja, dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah.

Jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal 2 (dua) meter dalam berinteraksi dengan orang Iain. Mengurangi/ menghindari kontak dengan orang Iain yang tidak tinggal serumah.

Mensosialisasikan berbagai petunjuk visual di tempat umum terkait pencegahan dan penanganan COVD-19.

Pertimbangan durasi dapat diterapkan, jika harus berinteraksi dengan orang Iain atau menghadiri suatu kegiatan, dilakukan dengan durasi yang singkat untuk mengurangi risiko penularan.

Dalam perkantoran dan situasi berkegiatan Iainnya, penjadwalan dan rotasi dapat membantu untuk mengurangi durasi interaksi.

Pertimbangan ventilasi dapat diterapkan, berkegiatan di luar ruangan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan di dalam ruangan.

Ruangan harus selalu diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. membuka pintu, jendela dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Dalam kondisi Pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter dapat digunakan di dalam ruangan,

Dalam kondisi penularan sudah meluas di komunitas, maka intervensi yang lebih ketat dengan membatasi mobilitas masyarakat secara signifikan perlu dilakukan.

Penguatan 9T (testing, tracing, treatment) perlu terus diterapkan, testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan.

Testing perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate kurang dari 10 persen. Testing perlu terus ditingkatkan terhadap suspek, yaitu mereka yang bergejala, dan juga kontak erat.

Tracing perlu dilakukan sampai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi. Karantina perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat. Setelah diidentifikasi kontak erat harus segera diperiksa (entry-test) dan karantina perlu dijalankan.

Jika hasil pemeriksaan positif maka perlu dilakukan isolasi. Jika hasil pemeriksaan negatif maka perlu dilanjutkan karantina. Pada hari ke-5 karantina, perlu dilakukan pemeriksaan kembali (exit-test) untuk melihat apakah virus terdeteksi setelah atau selama masa inkubasi. Jika negatif, maka pasien dianggap selesai karantina.

Treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan.

Upaya percepatan vaksinasi harus terus dilakukan untuk melindungi sebanyak mungkin orang dan upaya ini dilakukan untuk menurunkan laju penularan serta mengutamakan keselamatan mereka yang rentan untuk meninggal (seperti lansia, orang dengan komorbid) mengingat kapasitas kesehatan yang terbatas dan dampak jangka panjang dari infeksi COVID-19.

Pelanggaran terhadap ketentuan dikenakan Sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli 2021 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021.

Baca berita terkait perkembangan virus corona di Gresik lainnya di SURYA.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved