Berita Tulungagung
Pesan Tsunami di Pantai Sine dari 'Nyi Roro Kidul' Bikin Warga Tulungagung Panik dan Kosongkan Rumah
Warga Pantai Sine di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir dibuat ketakutan karena datangnya isu tsunami pada Jumat (2/7/2021) pukul 02.00 WIB.
Penulis: David Yohanes | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Warga Pantai Sine di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dibuat ketakutan karena datangnya isu tsunami pada Jumat (2/7/2021) pukul 02.00 WIB.
Isu itu beredar lewar rekaman suara, yang menyebar luas lewat grup-grup Whatsapp.
Dalam rekaman itu, seorang perempuan mengirim pesan suara kepada temannya yang dipangggilnya dengan “Dit”.
Menurut perempuan itu, Nyi Roro Kidul, yang diyakini penguasa laut selatan datang ke Dusun Baran, Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir.
Utusannya lalu merasuki seorang warga yang bernama Nika, lalu memberikan peringatan datangnya tsunami.
Baca juga: Daftar Aturan PPKM Darurat 3 - 20 Juli 2021 untuk Warga yang Melakukan Perjalanan
“Jumat tanggal dua, jam dua pagi akan ada tsunami. Yang percaya disuruh ngungsi, kalau tidak percaya tidak apa-apa. Hanya mengingatkan,” ucap perempuan dalam rekaman itu.
Tsunami itu disebut setinggi 23 meter dan sampai ke ketinggian Tumpak serut.
Sosok perempuan dalam rekaman itu menegaskan, dirinya hanya menyampaikan apa yang disampaikan Nyi Roro Kidul lewat utusannya.
Sontak rekaman itu membuat warga gempar dan dilanda ketakutan.
Sejak Kamis (1/7/2021) malam banyak warga yang mengungsi di Gardu Pandang, yang ada di atas gunung di atas Pantai Sine.
Kepala Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Asim, mengakui jika warganya dilanda kepanikan, karena termakan isu itu.
Mereka berupaya menyelamatkan diri, khawatir isu tsunami yang konon dari Nyi Roro Kidul itu terjadi sungguhan.
“Kami coba meredam gejolak warga, meyakinkan tsunami tidak akan terjadi. Polisi juga turun melakukan penjagaan,” ucap Asim.
Asim pun berinisiatif datang ke Dusun Baran, Desa Banyuurip untuk menemui orang yang menyebar isu itu.
Rombongan perangkat dan tokoh Kalibatur berhasil menemui sosok yang membuat rekaman itu.
Namun saat dimintai keterangan, orang itu tidak bisa menunjukkan bukti rekamannya.
“Identitasnya saya lupa. Tapi setelah kami temui dia tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapannya,” ujar Asim.
Kini situasi di Pantai Sine kembali reda dan masyarakat beraktivitas seperti biasa.
Bukan Kali Pertama
Pantai Sine adalah pantai dengan ratusan rumah warga tidak jauh dari bibir pantai.
Karena itu warga di lokasi ini sangat sensitif dengan isu tsunami.
Bukan kali ini saja mereka kalang kabut meninggalkan permukiman karena isu tsunami.
Berikut beberapa kejadian yang dirangkut surya.co.id:
1. 7 Oktober 2020
Pada 7 Oktober 2020 malam mereka mengosongkan permukiman, karena khawatir dengan hasil kajian ITB tentang potensi tsunami di selatan Jawa.
2. 19 Juli 2019
Hal yang sama juga terjadi pada 19 Juli 2019 malam, di tengah isu Megathrust 2019.
Saat itu warga yang tengah menggelar pesta adat labuh laut, melihat air laut surut.
Karena berita Megathrust terlanjur menyebar, warga ketakutan dan mengosongkan permukiman.
3. Desember 2012
Pada tahun Desember 2012, early warning system (EWS) tsunami di Pantai Sine sempat menyala karena gangguan.
Warga pun panik dan lari ke tempat yang aman. Setelah tahu jika alarm karena EWS yang bermasalah, mereka merusak EWS ini.
4. Tahun 2009
Gara-gara film 2012, warga Sine juga pernah lari menyelamatkan diri.
Film 2012 adalah film fiksi ilmiah tahun 2009, terinspirasi berakhirnya kalender perhitungan Suku Maya, pada 2 Desember 2012.
Saat film ini tengah booming di akhir 2009, warga Sine pernah menjadi korban isu tsunami.
Bermula dari warga yang bekerja di luar negeri memberi kabar, akan ada meteor jatuh di laut Sine.
Warga pun berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang aman hingga beberapa hari.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "SURYA KITA - http://surya.co.id" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke suryakita+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/suryakita/CADeDHah9w8yFf_M9C8m_PeTYJb2PkhgB2WDe7zP4=vySBa3vCA@mail.gmail.com.
Attachments area
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pantai-sine-di-kecamatan-kalidawir.jpg)