Selasa, 5 Mei 2026

Berita Sidoarjo

Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat Disebut Harus Selesai 6 Bulan, Pemkab Alokasikan Dana Rp 124 Miliar

Resmi dimulai, groundbreaking proyek pembangunan RSUD Sidoarjo Barat digelar pada Jumat (2/7/2021) ini.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Ahmad Muhdlor dan sejumlah pejabat Sidoarjo di sela acara groundbreaking RSUD Sidoarjo Barat, Jumat (2/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) resmi dimulai. Groundbreaking proyek pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Desa Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo ini digelar, Jumat (2/7/2021).

Pemkab Sidoarjo mengalokasikan dana sebesar Rp 124 miliar untuk proyek itu melalui APBD 2021. Jadi, proyek prestisius tersebut harus tuntas pada akhir tahun nanti, alias hanya punya waktu sekitar 6 bulan.

"Targetnya, pembangunan RSUD Sibar ini selesai enam bulan ke depan atau sampai akhir tahun ini. Kami minta pemenang lelang bisa memenuhi target dan kualitas bangunannya harus bagus," kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor di sela acara peletakan batu pertama tersebut.

RSUD Sibar merupakan Rumah Sakit Tipe C yang mampu menampung pasien rawat inap dengan jumlah kapasitas 144 bed. RSUD Sibar juga bakal dilengkapi pelayanan ortopedi atau pelayanan spesialis otot dan tulang.

Untuk memenuhi semua kebutuhan terkait rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare itu, pemerintah menyiapkan dana multiyears. Di tahap awal, tahun ini alokasinya Rp 124 miliar untuk proyek fisiknya.

Menurut Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor, percepatan pembangunan RSUD Sibar sebagai bentuk pemerataan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Sidoarjo Barat.

"Rumah Sakit ini nanti mengcover lima kecamatan di Sidoarjo. Yakni kecamatan Krian, Balongbendo, Taman, Wonoayu dan Prambon. Ini adalah usaha dari pemkab dalam memberikan pelayanan yang maksimal, pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," lanjutnya.

Dia juga menyebut, bahwa keberadaan rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Utamanya warga di wilayah Sidoarjo Barat yang selama ini jaraknya terlalu jauh dengan RSUD Sidoarjo.

Pembangunan rumah sakit itu sebenarnya sudah cukup lama direncanakan oleh Pemkab Sidoarjo. Tapi karena ada tarik ulur kepentingan, pembangunannya tak kunjung terealisasi.

Periode sebelumnya, Pemkab Sidoarjo ingin pembangunan rumah sakit dikerjakan dengan skema KPBU atau kerja sama dengan pihak ketiga, sementara DPRD Sidoarjo bersikukuh pengerjaan lewat APBD.

Sampai saat kepala daerah dijabat oleh almarhum Nur Ahmad Syaifuddin tahun lalu, disepakati pembangunan dilakukan menggunakan APBD. Sejak itu, proses penganggaran mulai dilakukan. Dilanjut perencanaan dan sebagainya.

Dan tahun ini, pembangunan fisik dimulai menggunakan uang APBD yang sejak tahun kemarin sudah dialokasikan lewat APBD 2021.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved