Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Kasus Harian Covid-19 di Jatim Capai Rekor Tertinggi, Khofifah: Saatnya Rem dengan PPKM Darurat

Saat ini, kasus mingguan Covid-19 di Jatim mulai naik sejak 8 Juni 2021 atau minggu kedua Juni secara eksponensial, mendekati puncak Januari.

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menggelar rakor secara virtual bersama Forkopimda Provinsi dan kabupaten/kota untuk persiapan pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 dalam seminggu terakhir berkembang sangat cepat karena adanya virus Corona varian baru. Hal ini menjadi persoalan serius tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga di banyak negara.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, per hari Kamis (1/7/2021), penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.397 orang. Sehingga kumulatif konfirmasi positif di Jawa Timur mencapai 174.430 orang.

Penambahan kasus harian ini merupakan rekor tertinggi di Jatim sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu. Penambahan ini lebih tinggi dari puncak kedua yang terjadi 15 Januari 2021, yaitu sebanyak 1.198 orang.

Konfirmasi dirawat mencapai 9.468 orang atau 5,43%. Penambahan pasien sembuh 695 orang, sehingga total pasien sembuh mencapai 152.297 orang atau 87,31%.

Saat ini, kasus mingguan Covid-19 di Jatim mulai naik sejak 8 Juni 2021 atau minggu kedua Juni secara eksponensial, mendekati puncak Januari. Kasus mingguan Covid-19 awal Mei 2021 sebanyak 1.346, sementara pada akhir Juni 2021 mencapai 6.129. Artinya jumlah kasus naik 455%.

Hal tersebut diduga temuan mutasi B16172 (Delta) menjadi penyebab kenaikan kasus secara eksponensial. Varian baru ini sangat menular, mengakibatkan banyak yang tertular sehingga individu berisiko tinggi meninggal akibat Covid-19 mudah terpapar sehingga jumlah kematian meningkat.

Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa gerak cepat dengan menggelar rakor persiapan pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur secara virtual tiga hari berturut-turut merumuskan strategi efektif dan berbagi tugas agar PPKM Darurat dapat berjalan efektif.

Secara khusus juga digelar rakor dengan Forkopimda Provinsi dan kabupaten/kota. Rakor tersebut juga sekaligus untuk berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda Jatim, yakni Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto.

Hal ini juga sejalan, dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang secara resmi mengumumkan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat yang disebut PPKM Darurat untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19.

PPKM Darurat ini akan diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved