Breaking News:

Berita Bondowoso

Sejumlah OPD di Bondowoso Tetap Terapkan WFH

Angka kasus positif Covid-19 di Bondowoso merangkak naik, sejumlah OPD pun saat ini menerapkan work from home (WFH).

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: irwan sy
surya/danendra kusumawardana
Plt. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Apil Sukarwan. 

Berita Bondowoso
Reporter: Danendra Kusumawardana
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Angka kasus positif Covid-19 di Bondowoso merangkak naik, sejumlah OPD pun saat ini menerapkan work from home (WFH).

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Apil Sukarwan, mengatakan OPD yang memberlakukan WFH, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

Lalu, Sekretaris Daerah (Setda), Dinas Pemberdataan Masyarakat dan Desan( DPMD), Dinas PUPR, , Bapenda, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta beberapa kantor kecamatan.

"Dari total 57 OPD diperkirakan 25 persennya telah menerapkan WFH," katanya, Rabu (30/6/2021).

Ia menyebut, jumlah pegawai yang masuk kerja saat penerapan WFH berlangsung bergantung kebijakan masing-masing OPD.

Walhasil, antar OPD jumlahnya tidak sama. Hal tersebut diperbolehkan asal dilaporkan terlebih dahulu dengan Bupati Bondowoso, Salwa Arifin.

"Ada yang 50:50, ada yang 30:70. Tidak masalah selama itu disampaikan kepada Bupati dan Wabup, Satgas Covid-19, serta BKD. Karena berkaitan dengan e-Kinerja," urainya.

Pegawai yang WFH, lanjut Apil, harus melampirkan tugas dan dilaporkan ke atasan melalui aplikasi e-Kinerja.

Tak hanya itu, setiap akhir bulan mereka diminta melaporkan output kinerjanya melalui aplikasi serupa. Selanjutnya dikirimkan Badan Kepegawaian Daerah setiap hari lewat email.

"Kemudian perihal absennya yang biasa pakai faceprint, mereka lakukan dengan mengunggah jadwal kerja yang ditandatangani kepala perangkat daerah ke aplikasi Sinka," terangnya.

Ia menyebut, jangka waktu pelaksanaan WFH masih belum dipastikan.

Sebab, masih akan dibicarakan bersama di tim Satgas Covid-19 kabupaten.

Sementara, pegawai yang WFH bakal dipantau kesehatannya secara berkala.

"Kami memastikan bahwa pelayanan masyarakat tak boleh terganggu. Pelayanan tetap harus jalan terus," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved