Breaking News:

Pemerintah Didorong Gunakan Ivermectin sebagai Obat Cegah dan Terapi Covid-19,

Front Line Covid-19 Critical Care Alliance (FLCCC) mendorong penggunaan Ivermectin sebagai obat pencegahan dan terapi Covid 19.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto : capture virtual meeting
Dari kiri atas searah jarum jam: Ketua HKTI Moeldoko bersama Dr Pierre Kory, Chief Medical Officer FLCCC dan Sofia Koswara, Ketua FLCCC Alliance Indonesia bersama Iskandar Purnomohadi, Communication Director, PT Harsen Laboratories dan moderator acara saat virtual media briefing, Senin (28/6/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Front Line Covid-19 Critical Care Alliance (FLCCC) bersama PT Harsen Laboratories mendorong penggunaan Ivermectin sebagai obat pencegahan dan terapi Covid 19.

Hal itu untuk mendorong uji klinik oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di delapan Rumah Sakit (RS) pasien covid 19 dengan Invermectin.

FLCCC, adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang berbasis di AS yang terdiri dari kumpulan dokter dan peneliti klinis ahli dunia yang terkenal.

Dr Pierre Kory, Chief Medical Officer, FLCCC, mengatakan, bukti nyata dari segi kuantitatif maupun kualitatif yang menunjukkan kemanjuran ivermectin sebagai obat luar biasa melawan Covid-19.

“Kami sudah memiliki data yang sangat banyak. Sudah tidak bisa lagi menyangkal dan beralasan untuk menunggu penelitian-penelitian dari negara berpenghasilan tinggi," kata Pierre saat virtual media briefing, Senin (28/6/2021).

FLCCC juga telah menyampaikan surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo dan menjelaskan singkat tentang FLCCC dan Ivermectin, yang menghimbau untuk segera menggunakan Ivermectin.

Obat Ivermectin sudah digunakan di seluruh dunia selama 40 tahun dan digunakan oleh lebih dari 4 miliar manusia sebagai obat anti-parasitik.

Pada tahun 2012, penelitian menemukan bahwa Ivermectin juga bisa menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV, dan lainnya.

Tahun 2015, penemuan Ivermectin dianugerahkan dengan Nobel Prize. Ivermectin juga menjadi salah satu obat  dalam daftar obat esensial WHO.

"Belum ada manusia yang tercatat meninggal karena mengonsumsi obat ivermectin, maka sejarah dan tingkat keamanan Ivermectin dinilai sangat bagus," tambah Sofia Koswara, Ketua FLCCC Alliance Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved