Breaking News:

Liputan Khusus

Beragam Reaksi Orangtua di Surabaya Kalau Pembelajaran Tatap Muka Batal Digelar Juli 2021

Berikut ini beragam reaksi orangtua di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim)kalau pembelajaran tatap muka batal digelar lagi Juli 2021.

Editor: Tri Mulyono
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Tarik ulur dimulainya lagi pembelajaran tatap muka (PTM) yang semula direncanakan pada bulan Juli 2021, meresahkan banyak pihak, terutama bagi kalangan wali murid.

Jikalau pembatalan PTM benar-benar terjadi, para orangtua akan terus direpotkan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online.

Namun, jika PTM tetap dilaksanakan, keselamatan anak-anak peserta didik terancam potensi penularan Covid-19 di Jatim, yang belakangan menunjukkan tren peningkatan.

Satu diantara wali murid yang resah itu adalah Lia (42) warga Wonokromo, Surabaya. Ibu tiga anak ini sebenarnya menyetujui rencana pemerintah untuk menggelar PTM pada Juli 2021 mendatang.

Apalagi proses PJJ sudah berlangsung lebih dari setahun. Lia juga mengakui, dirinya kerepotan dalam memandu anak menjalankan PJJ selama ini.

Selain itu, ungkap Lia, adanya PJJ dinilai menjadikan anak-anak tidak bisa bersosialisasi. "Kalau anak belajar di rumah gak bisa sosialisasi sama teman-temannya. Anak gak bisa mandiri," katanya, Rabu (23/6/2021).

Namun, Lia juga mengkhawatirkan kondisi pandemi Covid-19 yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan kasus belakangan ini. Bilamana diminta memilih, ia mengaku tidak keberatan dimulainya lagi PTM, selama tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara maksimal.

Selama ini, ia senantiasa memandu ketiga anaknya untuk menjalankan prokes di manapun berada. "Juga rutin minum vitamin dan asupan makanan harus 4 sehat 5 sempurna, hidup teratur," jelasnya.

Lia menunggu ketetapan pemerintah terkait kepastian PTM pada Juli 2021 mendatang. Ia berharap pandemi Covid-19 segera reda, sehingga kehidupan berangsur normal seperti sediakala. "Kasihan sudah satu tahun belajar online. Orang tua juga pusing karena harus ikut dalam prosesnya," pungkasnya.

Terpisah, Risky Didik Pramanto setuju rencana penundaan PTM yang disampaikan oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved