Berita Lumajang
Harga Pasir Naik, Aktivitas Penambangan Pasir Lumajang Jalan Lagi
Dalam, harga jual pasir per armada truk terbaru di stockpile kawasan di Desa Jarit, Candipuro, Lumajang, sekitar Rp 700 ribu.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
Reporter: Tony Hermawan
Editor: Irwan Sy
SURYA.co.id | LUMAJANG - Kemelut permasalahan pasir Lumajang akhirnya menemui titik terang.
Setelah beberapa hari lalu, banyak sopir melakukan mogok kerja untuk menuntut kenaikan harga pasir, mulai besok aktivitas pertambangan kembali aktif.
Dalam, harga jual pasir per armada truk terbaru di stockpile kawasan di Desa Jarit, Candipuro, Lumajang, sekitar Rp 700 ribu.
Berikutnya di kawasan Desa Lempeni Kecamatan Tempeh sekitar Rp 750 ribu.
Sedangkan di kawasan Desa/Kecamatan Sumbersuko sekitar Rp 800 ribu.
Ketua DPW APRI Jawa Timur Moch Sofyanto mengatakan, kesepakatan harga itu tidak serta merta diputuskan.
Sebelumnya APRI mengadakan pembahasan bersama perwakilan sopir.
“Keluhan seluruh paguyuban sopir terselesaikan. Harga pasir mulai stabil dan sesuai dengan harga pasaran, sehingga keputusan atau solidaritas menutup pasir sudah dicabut. Siapapun diperkenankan untuk bekerja seperti sebelumnya," katanya.
Sementara itu, Hanafi salah satu perwakilan armada truk pasir mengatakan, selain menetapkan harga jual pasir di stockpile penambang juga menetapkan harga angkut di tambangnya secara merata.
Terbaru harga pasir yang dijual penambang untuk satu armada truk senilai Rp 400 ribu.
“Sekarang kesenjangan harga sudah mulai stabil. APRI sepakat harganya Rp 400 ribu dan puluhan stockpile yang beroperasi di sekitar kawasan pertambangan juga sudah sepakat," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jalur-khusus-tambang-pasir-di-lumajang.jpg)