Selasa, 2 Juni 2026

Berita Gresik

Sapu Lidi Buatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Tembus Hingga Brunei Darussalam

Sapu lidi buatan warga Kabupaten Gresik ini tembus sampai negara tetangga Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/willy abraham
Imam Suhadi pengrajin sapu lidi asal Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kamis (24/6/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Sapu lidi buatan warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Gresik diminati pasar luar negeri.

Sapu lidi ini tembus sampai negara tetangga Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Imam Suhadi sudah 12 tahun menjadi pengusaha sapu lidi, sedikitnya ada 30 hingga 40 orang dalam sehari memproduksi sapu lidi.

Pertama-tama bahan baku lidi dijemur terlebih dahulu. Kemudian membuat gagang sapu diberi hiasan plastik, kemudian dipanaskan menggunakan uap air.

Mereka bisa memproduksi sapi lidi dalam jumlah ratusan jika permintaan dalam jumlah tinggi.

Desa Karangsemanding merupakan centra pengrajin sapu lidi dengan kualitas terbaik.

Permintaan tidak hanya dari daerah Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan dan Gresik. Melainkan sampai keluar Jawa yaitu di pulau Kalimantan.

Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Makam Sambirejo Pare Kabupaten Kediri

"Pasar dalam negeri Kalimantan, Surabaya dan Lamongan. Ada pesanan dari Lamongan dibawa ke Brunei Darusaalam. Kemudian ada orang Gresik pesan dibawa ke Timor Leste," ucap Imam, Kamis (24/6/2021).

Selama pandemi Covid-19, permintaan sapu lidi masih dikatakan bagus.

Dalam sehari, dia masih memproduksi sapu lidi untuk memenuhi permintaan pasar bahkan sampai ratusan sapu lidi. Jika pengiriman partai besar, permintaan sampai ribuan.

"Permintaan masih bagus, dalam sehari bisa 200 biji sapu lidi," kata dia.

Disinggung mengenai omset penjualan, Imam malu-malu menjawab. Dia hanya menyebut omset meningkat.

Meski begitu, Imam mengaku masih menemui kendala. Yaitu, bahan baku lidi.
Selama ini, dia menggunakan bahan baku lidi asal Madura karena memiliki kualitas yang baik.

Semenjak ada penyekatan di Jembatan Suramadu akibat lonjakan Covid-19 yang naik, ditambah lagi ada klaster Bangkalan.

Membuatnya kesulitan mendapatkan bahan baku lidi asal pulau Garam itu.

"Sebenarnya banyak permintaan cuman bahannya yang kurang. Bahan baku lidi dari Madura, mulai ada penyekatan tidak ada sama sekali. Bahan baku lidi dari Madura warnanya putih agak kuning, terbaik menurut saya," kata Imam.

Harga sapi lidi yang dijualnya bervariasi. Mulai dari harga Rp 5.500 hingga Rp 8.500.

Namun harganya akan naik dua kali lipat bahkan lebih saat dijual di toko atau tengkulak, memcapai Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu.

BACA BERITA GRESIK LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved