Breaking News:

Pilpres 2024

Klaim M Qodari: Survei 80 Juta Masyarakat Setuju Jokowi 3 Periode Padahal Baru 4 Bulan Digaungkan

Baru sekitar empat bulan digaungkan pasangan calon presiden 2024, Jokowi-Prabowo, sekarang sekitar 80 juta masyarakat setuju Jokowi tiga periode.

Editor: Iksan Fauzi
tangkapan layar youtube
Presiden Jokowi mencabut aturan investasi miras yang sempat jadi polemik di masyarakat. Setelah menerima saran dari ulama, NU, Muhammadiyah serta organisasi keagamaan lain, Presiden mantap mencabut aturan investasi miras. Pengamat politik M Qodari mengklaim 80 juta masyarakat Indonesia setuju Jokowi 3 periode. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Baru sekitar empat bulan digaungkan pasangan calon presiden 2024, Jokowi-Prabowo, sekarang sekitar 80 juta masyarakat Indonesia setuju Jokowi tiga periode.

Klaim tersebut diungkapkan oleh pengamat politik M Qodari setelah membaca hasil survei dari SMRC dan Charta Politica, hasilnya signifikan.

Padahal, menurut Qodari, wacana tersebut belum dilakukan secara kelembagaan. Jika dilakukan secara kelembagaan, bisa jadi bola salju.

Qodari menambahkan, dalam empat bulan ini, wacana tersebut mengalami peningkatan dari warga masyarakat yang setuju Jokowi tiga periode.

Terkait klaim 80 juta masyarakat Indonesia menyetujui Jokowi tiga periode, Penasihat Komunitas JokPro 2024 itu melihat survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang wacana tersebut. 

Di mana didapatkan 52,9 persen masyarakat Indonesia masih menolak dan 40,2 persen menyetujui wacana tersebut.

"Ada 80 juta orang hari ini. Karena 40 persen dari responden survei itu, kalau diproyeksikan ke 200 juta masyarakat Indonesia, berarti 80 juta. Itu sudah setuju dengan gagasan Jokowi-Prabowo/Jokowi tiga periode," ujar Qodari kepada Tribun Network, Kamis (24/6/2021) kemarin.

Qodari mengatakan, persentase masyarakat Indonesia yang menyetujui wacana Presiden Jokowi tiga periode terus mengalami peningkatan empat bulan terakhir.

Berdasarkan survei Charta Politica pada bulan Maret, masyarakat yang tahu gagasan ini sebesar 37 persen, yang setuju 13 persen, tidak setuju 61 persen. 

Kemudian kemarin Mei ada survei dari Parameter mengenai wacana Jokowi tiga periode.

Dari survei tersebut terungkap jumlah masyarakat yang tahu gagasan Jokowi-Prabowo sudah 53 persen, kemudian yang setuju sudah 27 persen, yang tidak setuju turun jadi 52 persen. 

"Bayangkan yang tahu naik 16 persen, yang setuju naik 14 persen, yang tidak setuju turun 9 persen," kata Qodari.

Terakhir yakni survei SMRC, yang menunjukkan bahwa 40,2 persen masyarakat setuju gagasan Jokowi-Prabowo/Jokowi Tiga Periode. Sementara yang tidak setuju sebesar 52,9 persen. 

"Bayangkan dalam waktu tiga sampai empat bulan, istilahnya ketika baru saya sendiri yang berdakwah gagasan Jokowi-Prabowo, dimarah-marahin' lalu kemudian Pak Jokowi bilang engga setuju, UUD 1945 masih ngatur presiden 2 periode, loh kok hasil surveinya naik kayak begitu (sangat signifikan)," ujar Qodari.

"Coba bayangkan kalau teman-teman yang bergerak untuk gagasan ini lebih banyak secara kelembagaan, menurut saya gagasan ini akan jadi bola salju (terus membesar)," sambung dia. (Tribunnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved