Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Rumah Isolasi mulai Penuh akibat Kasus Covid-19 Melonjak di Kota Pasuruan, begini Langkah Gus Ipul

Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui rumah karantina di empat kecamatan milik Pemkot Pasuruan mulai penuh.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Parmin
surya.co.id/galih lintartika
TIDAK LELAH - Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menyampaikan perkembangan terbaru kasus COVID-19 di Kota Pasuruan. Gus Ipul mengakui rumah isolasi pasien covid-19 milik Pemkot Pasuruan mulai penuh akibat lonjakan kasus covid-19 di kota Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui rumah karantina di empat kecamatan milik Pemkot Pasuruan mulai penuh.

Dikatakan Gus Ipul, kapasitas 120 kamar yang ada ini mulai terisi seiring dengan melonjaknya penularan COVID-19 di Kota Pasuruan yang sangat signifikan.

"Saya bersama Pak Kapolres, Pak Dandim dan jajaran sedang mencari tempat tambahan yang bisa digunakan untuk ruang isolasi atau karantina," katanya, Kamis (24/6).

Menurut Gus Ipul, Pemkot sedang mencoba mencari rumah karantina tambahan, yang memungkinkan agar bisa  menambah tempat isolasi pasien terkonfirmasi COVID-19.

"Memang tidak ideal. Sebenarnya petugas ingin memberikan yang terbaik, tapi saya sampaikan mohon maaf jika masih ada kurangnya," jelasnya.

Selain mencari tambahan tempat isolasi, Gus Ipul juga sedang merencanakan untuk memperbolehkan pasien positif COVID-19 dikarantina di rumahnya sendiri.

"Kami akan mempersilahkan yang mau isolasi mandiri. Namun tetap ada syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi," jelasnya.

Pasien COVID-19 diperbolehkan isolasi mandiri di rumah, asalkan dengan pengawasan ketat dari satgas COVID-19 Kota Pasuruan.

"Persyaratannya harus mencukupi. Selain diawasi ketat, syarat utama lainnya, ada ruang kosong di rumahnya, sehingga tidak membahayakan keluarga lain," ungkapnya.

Gus Ipul sekali lagi menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kebijakan yang merugikan masyarakat Kota Pasuruan secara khusus ataupun secata umum.

"Kita perlu kerja keras. Saya mohon partisipasinya dan kesadaran masyarakat Kota Pasuruan. Ada situasi dan kondisi yang perlu diwaspadai bersama," tambahnya.

Sementara itu dari data Bed Occupation Ratio (BOR) di RSUD dr Soedarsono Purut Kota Pasuruan ini mengalami peningkatan menjadi 63 persen.

"Sudah 63 persen jumlah tempat tidur yang terisi untuk menangani pasien COVID-19, " pungkas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved