Rabu, 6 Mei 2026

Jadwal Pembagian Set Top Box (STB) untuk TV Analog dari Pemerintah, Beserta Daftar Penerima

Berikut jadwal pembagian set top box (STB) untuk TV analog dari pemerintah. Simak pula daftar penerimanya

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Instagram @siarandigitalindonesia
Ilustrasi STB. 

SURYA.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) berkomitmen untuk terus mempercepat pelaksanaan migrasi TV analog ke TV digital

Satu di antaranya melalui memberikan subsidi STB supaya masyarakat bisa menikmati siaran TV digital.

Namun, subsidi STB ini dikhususkan bagi masyarakat miskin.

Lalu, kapan jadwal pembagian STB kepada masyarakat?

Pemerintah berencana mendistribusikan perangkat STB ke wilayah siaran yang akan mulai bermigrasi ke siaran TV digital analog switch off (ASO) pada tahun ini.

"Akan kami bagikan sesuai tahapan analog switch off," kata Direktur Penyiaran, Direktorat Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Geryantika Kurnia, Rabu (23/6/2021), dikutip dari Antara.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Masyarakat Miskin yang Tak Mampu Beli STB untuk TV Analog, Kominfo Janjikan ini

Sekedar info, STB adalah perangkat yang mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog biasa.

Dengan menggunakan STB, pengguna tidak perlu mengganti TV analog yang dimiliki.

Perangkat STB diperlukan jika tidak memiliki televisi yang bisa menangkap sinyal frekuensi digital.

Jika masyarakat bisa menggunakan set top box jika tidak ingin membeli perangkat televisi model terkini, yang bisa menangkap siaran televisi digital.

Pemerintah akan memberikan subsidi berupa set top box kepada masyarakat miskin, agar mereka bisa menonton siaran televisi digital setelah analog switch off.

Untuk ASO tahap pertama, yang dijadwalkan berlangsung hingga paling lambat 17 Agustus, Kominfo memperkirakan distribusi set top box mulai sekitar bulan Juli, kepada masyarakat miskin yang berada di wilayah siaran ASO Tahap I.

"Nanti ASO Tahap I, sekitar pertengahan Juli, set top box sudah dibagikan di daerah itu," kata Geryantik.

Menurut Geryantika, sejumlah lembaga penyiaran baik publik maupun swasta juga sudah berinisiatif membagikan set top box kepada masyarakat di wilayah siaran mereka.

Indonesia membutuhkan sekitar 6,8 juta unit set top box untuk 27,7 juta masyarakat miskin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik untuk 2020 lalu dengan asumsi satu keluarga terdiri dari orang tua dan dua anak.

Indonesia secara bertahap akan mulai migrasi siaran televisi dari analog ke digital.

Tahap pertama ASO dilakukan di wilayah siaran Aceh 1, Kepulauan Riau 1, Banten 1, Kalimantan Timur 1, Kalimantan Utara 1 dan Kalimantan Utara 3.

ASO Tahap II berlangsung paling lambat hingga 31 Desember
di Aceh 2, Aceh 4, Riau 4, Jawa Barat 2, Jawa Barat 3, Jawa barat 4, Jawa Barat 7, Jawa Barat 8, Jawa Tengah 2, Jawa Tengah 3, Jawa Tengah 6, Jawa Tengah 7, Jawa Timur 3, Jawa Timur 5, Jawa Timur 6, Jawa Timur 10, Banten 2, Nusa Tenggara Timur 3, Nusa Tenggara Timur 4 dan Kalimantan Timur 2.

ASO Tahap III hingga 31 Maret 2022
berlangsung di Aceh 7, Sumatera Utara 2, Sumatera Utara 5, Sumatera Barat 1, Jambi 1, Sumatera Selatan 1, Bali, Bengkulu 1, Lampung 1, Kepulauan Bangka Belitung 1, Jawa Timur 4, Nusa Tenggara Barat 1, Nusa Tenggara Timur 1, Kalimantan Barat 1, Kalimantan Selatan 2, Kalimantan Selatan 3, Kalimantan Selatan 4, Kalimantan Tengah 1, Sulawesi Utara 1, Sulawesi Tengah 1, Sulawesi Selatan 1, Sulawesi Tenggara 1, Gorontalo 1, Sulawesi Barat 1, Maluku 1, Maluku Utara 1, Papua 1, Papua Barat 1, Papua Barat 4 dan Riau 1.

Tahap IV ASO berlangsung paling lambat 17 Agustus 2022
wilayah siaran Sumatera Utara 1, Sumatera Barat 4, Sumatera Barat 7, Riau 5, Jambi 2, Jambi 3, Jambi 5, Sumatera Selatan 2, Sumatera Selatan 3, Sumatera Selatan 4, Sumatera Selatan 5, Sumatera Selatan 6, Lampung 3, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 1, DI Yogyakarta, Jawa Timur 1, Nusa Tenggara Timur 2, Kalimantan Barat 3, Kalimantan Selatan 1, Kalimantan Tengah 6, Sulawesi Utara 2, Sulawesi Tengah 2, Sulawesi Tengah 6, Sulawesi Selatan 5, Sulawesi Selatan 7, Sulawesi Selatan 8, Sulawesi Tenggara 2 dan Maluku Utara 3.

Tahap terakhir
berada di Riau 3, Riau 7, Jambi 4, Kepulauan Bangka Belitung 4, Jawa Barat 5, Jawa Barat 6, Jawa Tengah 5, Jawa Tengah 8, Jawa Timur 2, Jawa Timur 7, Jawa Timur 8, Jawa Timur 9, Banten 3, Nusa Tenggara Barat 5, Kalimantan Barat 6, Sulawesi Utara 6, Sulawesi Tengah 3, Sulawesi Selatan 6, Maluku 6, Papua 4, Papua 7, Papua 9, Papua 11 dan Papua 13.

Ciri-ciri TV Digital

Philips LED TV 22PFA5403S/70 22 inci, TV digital yang dijual seharga Rp 1 jutaan.
Philips LED TV 22PFA5403S/70 22 inci, TV digital yang dijual seharga Rp 1 jutaan. (www.philips.co.id)

Berikut sejumlah ciri-ciri TV digital dan perbedaannya dengan TV analog dilansir dari Kompas.com Beda dengan TV Analog, Ini Ciri-ciri TV Digital

1. Tidak Berbentuk Tabung

Salah satu cara mudah untuk melihat beda TV analog dan digital adalah dilihat dari bentuknya.

TV digital tidak lagi berukuran besar dan berat kayaknya TV tabung. Kebanyakan TV digital justru mengusung desain bodi yang ramping dan tipis.

Layar TV digital juga sudah menggunakan teknologi layar Liquid-Crystal Display (LCD) atau Light-Emitting Diode (LED).   

2. Layar Tipis Belum Tentu Digital

Meski sudah memiliki layar yang tipis, namun sebuah TV belum tentu dapat dikategorikan sebagai TV digital.

TV digital dibekali dengan fitur yang mendukung pencarian siaran digital (DTV).

Artinya, pengguna dapat mencari dan menyaksikan siaran TV secara langsung. Fitur ini tidak dimiliki oleh TV LED dan LCD biasa.

Dengan demikian, pengguna membutuhkan set top box (STB) DVB-T2 tambahan untuk mengakses siaran TV digital.  

3. Dilengkapi Decoder DVB-T2

Pada keterangan spesifikasi, TV digital sudah dilengkapi dengan decoder DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial second generation).

DVB-T2 berfungsi sebagai penerima sinyal TV digital.

Teknologi inilah yang memungkinkan TV untuk bisa mengakses siaran TV secara langsung tanpa harus menggunakan antena eksternal atau set-top-box (STB) DVB-T2.

4. Kualitas Gambar Lebih Jernih

Selain dari segi bentuk, kualitas gambar dan audio yang dimiliki TV digital terbilang jauh lebih baik dibanding TV analog.

TV digital dapat menampilkan kualitas gambar pada resolusi High Definition (HD) hingga 4K.

Bahkan tak sedikit dari TV digital yang sudah dilengkapi dengan teknologi surround-sound, salah satunya termasuk Dolby Audio.

Ikuti Berita Seputar Siaran TV Analog Dimatikan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved