Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Wakil Rakyat di Madura Apresiasi Pembubaran Penyekatan di Suramadu: Mana Bu Risma?

Para wakil rakyat asal Bangkalan di DPR RI maupun di DPRD Kabupaten Bangkalan mengapresiasi kebijakan pembubaran penyekatan Jembatan di Suramadu.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad faisol
Tenda pos penyekatan dan pemeriksaan rapid antigen di pintu Jembatan Suramadu sisi Bangkalan sudah tidak ada lagi setelah dibongkar pada Rabu (23/6/2021) pukul 00.45 WIB. 

SURYA/CO.ID | BANGKALAN – Para wakil rakyat asal Kabupaten Bangkalan di DPR RI maupun di DPRD Kabupaten Bangkalan mengapresiasi kebijakan pembubaran penyekatan sekaligus pemeriksaan rapid antigen di Jembatan Suramadu sisi Bangkalan-Surabaya mulai Rabu (23/6/2021).

Seperti  dikemukakan Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiuddin dan Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad.

Keduanya menilai keputusan pembubaran penyekatan di Suramadu sisi Bangkalan-Surabaya merupakan kebijakan pro masyarakat guna menjaga keberlangsungan perputaran ekonomi mikro masyarakat Madura.

H Syafiuddin mengungkapkan, derita Kabupaten Bangkalan dengan lonjakan kasus Covid-19 hingga menerapkan kebjakan penyekatan di Jembatan Suramadu direspon Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mengutus Kapolri, Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Pangdam/V Brawijaya, Kapolda Jatim, dan Gubernur Jatim datang ke Pendapa Agung Agung Bangkalan.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bangkalan terkait dibubarkannya penyekatan di kedua sisi Jembatan Suramadu. Namun, hanya satu yang saya sayangkan, ke mana Ibu Menteri Sosial kok tidak hadir ke Bangkalan?” ungkap H Syafiuddin kepada Surya melalui sambungan selulernya.

Sebagai warga kelahiran Madura, H Syafiuddin tahu betul karakter dan prinsip masyarakat Pulau Garam. Termasuk dalam menghadapi situasi sulit di tengah pandemi Covid-19 dengan kebijakan-kebijakan pembatasan mobilitas melalui penyekatan dan rapid test antigen di Jembatan Suramadu.

“Saya kira Bu Menteri Sosial (Tri Risma Harini) paham betul karakter warga Madura, karena beliau warga Surabaya dan pernah menjabat Wali Kota Surabaya. Kami (warga Madura) lebih takut lapar daripada mati karena Corona,” tegas Ketua DPC PKB Kabupaten Bangkalan itu.  

Sejauh ini, lanjutnya, di tengah lalu-lalang para petinggi Pemerintah Pusat dan Penerintah Provinsi Jawa Timur yang datang ke Kabupaten Bangkalan, belum satupun kebijakan yang ditelurka Kementerian Sosial untuk meringankan derita masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.

Menurut pria kelahiran Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan itu, Kementerian Sosial merupakan leading sector yang mampu memberikan ketenangan secara psikologis bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan terdampak Covid-19.

“Secara sosial-ekonomi, masyarakat Madura masih di bawah rata-rata. Tidak ada bantuan dari pusat hingga detik ini. Alangkah baiknya jika Menteri Sosial itu datang membawa secuil anggaran dan bantuan ke Bangkalan. Sehingga masyarakat Bangkalan dan Madura betul-betul merasa bagian dari NKRI,” tuturnya dengan suara bergetar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved