Breaking News:

Properti

Tertekan Masa Pandemi, Intiland Tahan Laba Bersih dan Cadangan Wajib

Kinerja perusahaaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk sepanjang 2020 terdampak pandemi membuat perseroan tidak membagikan deviden.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: intiland development
Para jajaran direksi PT Intiland Development Tbk saat melakukan RUPS Tahunan yang digelar dengan menggunakan protokol kesehatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kinerja perusahaaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk sepanjang 2020 terdampak pandemi membuat perseroan tidak membagikan deviden.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar secara offline dan online, Selasa (22/6/2021), salah satu agenda yang disetujui adalah penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2020.

Yaitu laba bersih sebesar Rp 74,8 miliar sebagai laba ditahan dan sisanya Rp 2 miliar sebagai cadangan wajib.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa Pemegang Saham Perseroan telah menyetujui seluruh agenda yang dibahas di dalam RUPS.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham yang telah menyetujui seluruh agenda
RUPS dan rencana-rencana stategis yang akan kami jalankan untuk meningkatkan nilai perusahaan,” kata Archied.

Terkait laba yang ditahan dan cadangan wajib, Archied menyebut, hal itu dikarenakan mempertimbangkan kondisi dan tantangan yang dihadapi perusahaan di tahun 2021 dan kedepan diprediksi masih akan tertekan.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan maret 2020 membawa dampak signfikan terhadap perekonomian secara luas, termasuk terhadap sektor properti nasional.

Kondisi tersebut juga secara langsung menyebabkan penurunan kinerja usaha perseroan, terutama diakibatkan anjoknya angka penjualan," ungkapnya.

Menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah menetapkan sejumlah langkah strategis sebagai upaya untuk menjaga operasional usaha.

Perseroan perlu memprioritaskan langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja penjualan sekaligus menjaga stabilitas pengelolaan keuangan dan arus kas secara hati-hati.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved