Breaking News:

DPRD Surabaya

Pemkot Surabaya harus Tampung Produk Warganya Sendiri

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mengapresiasi warga Kampung Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, yang mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiharto
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony. 

WAKIL  Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mengapresiasi warga Kampung Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, yang mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Di tengah pandemi covid-19, mereka melahirkan ekonomi kreatif dengan mengembangkan kerajinan pot bunga dari semen. 

Warga menyebutnya Pot Teraso Jemur. Pot cantik ini karya warga dari campuran semen, pasir, dan batu kerikil. Harganya pun terjangkau. Ada juga pot ukuran besar seharga Rp 750.000. 

"Warga di Jemur punya semangat kemandirian. Spiritnya juga bagus di era pandemi begini. Semangat ini makin berlipat jika Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya memberikan perhatian," kata AH Thony, Rabu (23/6/2021). 

Bentuk perhatian tersebut bisa berupa pembelian produk warga. Memanfaatkan pot warga tersebut untuk menambah keindahan setiap sudut kota. Atau paling tidak, setiap gang kampung, kelurhahan, atau teras kelurahan mengakomodasi pot produksi warga ini.

Sifatnya adalah lebih pada pemanfaatan karya warga untuk Kota Surabaya. Namun Thony juga meminta agar produksi pot karya warga ini terjaga kualitasnya. Harus berani bersaing dengan produk yang selama ini sudah ada.

"Kita berharap agar Pemkot bisa menghargai produk warga sendiri. Bukan melihat pembuat pot, tapi lebih melihat nilai dan fungsi pot. Kalau pemkot belum mengambil, mungkin mereka belum tahu. Industri kreafif warga perlu didukung," kata Thony. 

Politisi Gerindra ini melihat, produksi pot warga Jemur Wonosari sudah layak. Pasar juga sudah mengakuinya. Sejumlah kampung dan apartemen sudah memanfaatkan pot karya warga tersebut.

Namun masih perlu dorongan agar Pemkot juga ikut memaksimalkan nilai produk warga ini. 

Menurut Pimpinan Dewan ini, program kerajinan pot dan ketahanan pangan di fasilitas umum (fasum) kelurahan tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus berkesinambungan dan didukung ekosistem kegiatan masyarakat. 

Sebelumnya, Thony juga mengawal berdirinya bosem Jemur Wonosari. Tidak saja untuk mengatasi banjir, tetapi juga untuk program ketahanan pangan. Ada pula pengembangbiakan ikan di bosem tersebut. Artinya, bisa untuk lauk mandiri warga.

Selain melahirkan kolaborasi warga dan Pemkot, warga sebenarnya juga sudah aware dengan era digital.

Mereka juga siap memasarkan produk mereka dengan masuk ke pasar digital.

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved