Breaking News:

Berita Trenggalek

Kasasi Ditolak MA Terkait Proyek Jembatan Plapar, Pemkab Trenggalek Harus Bayar Rp 500 Juta

Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari Pemkab Trenggalek terkait kasus gugatan perdata peningkatan Jembatan Plapar di Desa Bendoroto

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Ramelan. 

Ia menjelaskan, kasus itu bermula saat kliennya mengerjakan proyek peningkatan pembangunan Jembatan Plapar di Kecamatan Munjungan 5 tahun lalu.

Pembangunan itu sempat terkendala akibat bencana banjir bandang, sehingga penyelesaiannya molor.

“Kemudian pemkab pemutusan kontrak itu dengan alasan pekerjaan molor dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah dirancang sebelumnya,” kata Puji.

Atas dasar itu, pihaknya melayangkan gugatan perdata atas permasalahan itu. Proses hukum berlangsung bertahun-tahun hingga berakhir di MA.

Nilai gugatan yang diajukan oleh CV Berlian Mas sebanyak Rp 520,5 juta. Rinciannya, biaya paket pekerjaan senilai Rp 488 juta dan uang jaminan pekerjaan senilai Rp 32,5 juta.

Puji bersyukur kliennya bisa memenangkan gugatan itu. Ia juga berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, baik pemerintahan maupun pelaku usaha jasa konstruksi yang ada di Trenggalek.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved