Breaking News:

Berita Gresik

Kamisih yang Gugat Stan Ayam Potong ke MA akhirnya kembali Tempati Pasar Baru Gresik, Eksekusi Damai

Kamisih (48), pedagang ayam potong dan daging di Pasar Baru Gresik  akhirnya segera menempati kios yang diperjuangkan selama hampir empat tahun.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiyono
Tim eksekusi Pengadilan Negeri Gresik bersama penggugat dan para tergugat melihat lokasi objek sengketa di Pasar Baru Gresik, Jumat (18/6/2021).  

SURYA.co.id | GRESIK - Kamisih (48), pedagang ayam potong dan daging di Pasar Baru Gresik  akhirnya segera menempati kios yang diperjuangkan selama hampir empat tahun.

Hal ini setelah mediasi di Pengadilan Negeri Gresik, pihak tergugat mau berdamai dan mau dilaksanakan  eksekusi secara damai dan kekeluargaan, Rabu (23/6/2021). 

Kuasa hukum penggugat yaitu Khusdar, mengatakan, setelah pemeriksaan lokasi pada pekan kemarin, pihak Pengadilan Negeri Gresik kembali memanggil penggugat dan para tergugat.

Dalam peninjauan lokasi, kemarin telah diperlihatkan oleh pihak tergugat dua lokasi, yaitu lokasi kios yang semula dan lokasi kios yang dipindah. 

"Dari mediasi tadi, akhirnya pihak para tergugat  menyetujui putusan kasasi Mahkamah Agung secara damai dan kekeluargaan tanpa ada eksekusi fisik," kata Khusdar. 

Lebih lanjut Khusdar mengatakan, dalam  putusan  MA nomor 2312 K/Ptd/2020,  mengabulkan gugatan penggugat.

Dalam putusan disebutkan, perbuatan pemindahan /pemotongan stand/kios No - Klas I milik penggugat seluas 30 meter persegi yang dilakukan tergugat satu yaitu UPT Pasar Baru Gresik dan tergugat dua Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskoperindag) merupakan perbuatan  melanggar hukum. 

"Walaupun tanpa eksekusi fisik, para tergugat juga harus mengembalikan kios penggugat di tempat semula serta membangunnya. Termasuk akses jalan ke kios juga harus dibuatkan," imbuhnya. 

Lebih lanjut Khusdar mengatakan, untuk membangun kios tidak bisa langsung terlaksana, sebab para tergugat harus mengajukan anggaran terlebih dahulu.

Sehingga, selama menunggu pembangunan kios, pihak penggugat diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut.

Selama ini pihak penggugat masih sewa kios untuk berjualan ayam potong dan daging. 

"Dengan adanya berita acara eksekusi damai ini,  akan menjadi dasar bagi tergugat untuk mengajukan anggaran ke Pemkab Gresik.

Sehingga, setelah eksekusi damai ini, pihak penggugat bisa menempati lokasi kios untuk berjualan," katanya. 

Sebelumnya Kamisih pada 2018 menggugat UPT Pasar Baru Gresik,  Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskoperindag) dan Bupati Gresik terkait  pemindahan kios dan pemotongan kios.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved