Breaking News:

Berita Lamongan

Puluhan Warga Sumurgenuk Lamongan Ditemukan Reaktif, Disebut Usai Ikut Hajatan di Bojonegoro

Disebut usai menghadiri hajatan di Bojonegoro, puluhan warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ditemukan reaktif.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Penyemprotan disinfektan di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Lamongan, Selasa (22/6/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Disebut usai menghadiri hajatan di Bojonegoro, 20 warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ditemukan reaktif berdasarkan hasil tes swab antigen.

Kepala Desa Sumurgenuk, Supaat membenarkan jika saat ini ada warganya yang reaktif usai menghadiri hajatan di Bojonegoro.

Dua minggu lalu, para warga tersebut menghadiri hajatan di Bojonegoro. Setelah itu Satgas Covid-19 desa langsung melakukan tes swab antigen.

"Hasilnya, ditemukan puluhan warga yang reaktif," kata Supaat kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Terhitung, sejak 9 hingga 21 Juni, lanjut Supaat, tercatat ada sebanyak 14 orang yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, 4 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 2 orang meninggal dunia.

Kasus ini, terang Supaatm berawal ketika ada 2 orang warganya yang mengalami gejala dan dites swab.

"Setelah 2 warga inim kami dari desa kemudian bergerak cepat dengan melakukan tracing dan menggelar swab antigen ke warga yang ikut acara hajatan ini," ungkapnya.

Warga yang menjalani isolasi mandiri, kata Supaat, semua kebutuhannya dipenuhi desa. Seperti sembako, susu dan vitamin untuk kebutuhan warga selama isolasi mandiri.

Pihak desa juga memantau satu persatu rumah tempat warga melakukan isolasi.

"Selama warga isolasi, desa memberikan bantuan ke warga sembako, susu, vitamin dan juga kelapa yang bisa memperkuat imun tubuh," ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan oleh desa, adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan keliling kampung dengan melibatkan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta. Pihak desa juga gencar mensosialisasikan terkait protokol kesehatan.

"Ini upaya yang bisa kami lakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ya dengan 3M, " pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved