Breaking News:

Berita Bangkalan

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Tercatat 46 Warga Meninggal Sejak Lebaran

Terhitung setelah Lebaran, total warga meninggal dunia karena Corona di Kecamatan Kota sejumlah 46 orang.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad faisol
Pihak Kecamatan Pangeranan menerapkan isolasi wilayah di Gang VII Jalan KH Moh Kholil sejak beberapa terakhir setelah lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dalam dua pekan terakhir 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Selain Kecamatan Arosbaya, Klampis, dan Geger, Kecamatan Kota Bangkalan menjadi bagian kawasan beresiko tinggi penyebaran Covid-19 atau zona merah akibat lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan sejak awal Juni 2021.

Terhitung setelah Lebaran, total warga meninggal dunia karena Corona di Kecamatan Kota sejumlah 46 orang.

Masyarakat Gg VII Kelurahan Pangeranan dan Gg IX Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan mendadak diam seribu bahasa, begitu kalimat innalillahi roji’un mengawali informasi duka dari pengeras suara mushala.

“Setiap pagi dan sore ada pengumuman kematian dari speaker mushala. Saya mendengar sendiri tiap hari siaran kematian hingga 4 kali sehari. Kebanyakan dari gang IX. Kalau di Gang VII hanya dua yang meninggal, suami isteri, dengan rentang waktu tiga hari,” ungkap, Latif Keenan, warga Gang VII Jalan KH Moh Kholil, Kelurahan Pangeranan kepada SURYA.co.id, Senin (21/6/2021).

Bahkan Senin (21/6/2021) pagi, lanjutnya, ada dua warga meninggal dari rumah sakit di Surabaya yang disiarkan secara bersamaan melalui pengeras suara musala.

Keduanya diumumkan langsung dikebumikan dengan protokol Covid-19 di Makam Mlajah.

Pemandangan yang membuat hati bapak dengan anak ini trenyuh ketika dirinya berada di lokasi pemakaman.

Latif melihat jenazah lainnya tengah mengantre masuk area pemakaman karena proses pemakaman jenazah lainnya belum selesai.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Pasuruan Bertambah, Total 53 Orang Terpapar Virus Covid-19

“Karena saya menghadiri pemakaman itu. Kami sebagai warga hanya bisa menjaga diri, menjaga kesehatan keluarga dan mematuhi protokol kesehatan. Setiap ada warga yang terpapar, perangkat RT/RW memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya.

Lurah Pangeranan, Sugiono mengungkapkan, tingginya angka kematian dengan rentang waktu singkat dan jarak rumah duka yang relatif tidak berjauhan membuat jalan pikirannya seakan berhenti.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved