Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bangkalan Mencapai 941 Orang, Tertinggi se Jawa Timur

Dari 941 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten, 19 kasus di antaranya terkonfirmasi terpapar virus Corona varian delta India.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Farabi 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satgas Covid-19 Jawa Timur menegaskan, bahwa kasus aktif Covid-19 di Jatim masih terus mengalami peningkatakan. Per hari Selasa (22/6/2021) ini, kasus aktif Covid-19 di Jatim mencapai 5.158 kasus. Mereka tersebar di pusat-pusat layanan isolasi maupun rumah sakit rujukan Covid-19.

Dari 5.158 kasus aktif Covid-19 di Jatim, paling banyak ada di Kabupaten Bangkalan. Di mana total kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 941 orang.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Jatim, seiring dengan melonjaknya kasus dan penyebaran kasus di Kabupaten Bangkalan.

Dari 941 orang tersebut, 19 kasus di antaranya diketahui adalah mereka yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 varian delta India.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, bahwa lonjakan kasus disebabkan karena penyebaran yang belum berhenti.

Selain itu, testing juga terus digencarkan. Sehingga orang yang terdeteksi terpapar terus bertambah, sehingga menambah lonjakan kasus aktif di Kabupaten Bangkalan.

"Dari data yang ada di kami, Bangkalan mengalami lonjakan tertinggi, lalu Banyuwangi. Saat ini, kami juga melihat di Mojokerto baik kota dan kabupaten tengah melonjak kasus aktifnya," ujar Jibril.

Tak hanya itu, lonjakan juga mulai tampak di kawasan Situbondo dan Bondowoso. Selain itu daerah Pasuruan juga tampak mengalami peningkatan kasus.

Meski begitu, jika melihat jumlah kasus aktif di setiap kabupaten dan kota di Jatim, yang ada di urutan kedua setelah Kabupaten Bangkalan adalah Kota Surabaya. Dengan kasus aktif di Kota Pahlawan mencapai 283 kasus.

Kemudian disusul Kabupaten Banyuwangi dengan 278 kasus aktif, lalu Kabupaten Madiun sebanyak 189 kasus aktif. Serta di urutan ke lima ada Kabupaten Mojokerto sebanyak 175 kasus.

Berikutnya Kota Mojokerto ada sebanyak 169 kasus aktif, dilanjutkan Kota Madiun 160 kasus aktif, Kabupaten Magetan 160 kasus aktif, Kabupaten Bondowoso 150 kasus aktif, Kabupaten Ponorogo 142 kasus aktif serta Jombang 122 kasus aktif dan Gresik 122 kasus aktif.

Berikutnya Kabupaten Blitar 120 kasus aktif, Situbondo 118 kasus aktif, Trenggalek 113 kasus aktif, Kabupaten Kediri 103 kasus aktif, Kabupaten Pasuruan 100 kasus aktif, Lamongan 97 kasus aktif, Kota Malang, 94 kasus aktif, Tuban 93 kasus aktif, Jember 90 kasus aktif dan Nganjuk 90 kasus aktif, lalu Sampang 88 kasus aktif.

Dan selanjutnya untuk Pacitan 87 kasus aktif, Ngawi, 84 kasus aktif, Lumajang 80 kasus aktif, Tulungagung, 79 kasus aktif, Sidoarjo 78 kasus aktif, Kota Pasuruan 76 kasus aktif, Bojonegoro 66 kasus aktif, Kabupaten Probolinggo 55 kasus aktif, Pamekasan 49 kasus aktif, Kabupaten Malang 40 kasus aktif, Kota Probolinggo 38 kasus aktif, Kota Batu 28 kasus aktif, Kota Kediri 23 kasus aktif, Kota Blitar 18 kasus aktif, Sumenep 10 kasus aktif.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved