Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Satu Pasien Covid-19 Delta India Jatim Dikabarkan Sudah Sembuh

Dari delapan kasus klaster Bangkalan yang terpapar Covid-19 varian delta, satu orang telah sembuh dan dipulangkan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19, Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19, Joni Wahyuhadi menyampaikan kabar menggembirakan terkait perawatan pada pasien yang terpapar Covid-19 varian delta India.

Dari delapan kasus klaster Bangkalan yang terpapar Covid-19 varian delta, satu orang telah sembuh dan dipulangkan. Satu orang pasien itu telah dinyatakan negatif tiga kali melalui swab PCR.

"Jadi kalau yang telah terlaporkan ke kami, ditemukan ada delapan kasus. Semuanya kondisinya dalam keadaan baik, gejalanya ringan dan tidak ada yang gejalanya berat. Bahkan satu pasien sudah dipulangkan," kata Joni kepada SURYA.CO.ID, di Grahadi, Minggu (20/6/2021).

Satu pasien yang telah dinyatakan negatif adalah pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU). Ia telah menjalani PCR tiga kali dan dinyatakan negatif dan maka dari itu dibolehkan untuk kembali ke keluarga.

Lebih lanjut, Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo menegaskan, bahwa tujuh pasien yang lain saat ini masih dalam perawatan medis. Mereka semua dirawat secara inklusif dan diisolasi secara ketat.

"Perawatannya tentunya sangat intensif. Artinya isolasinya terpisah dengan yang lain. Nah mereka ini kondisinya juga gejala ringan. Tidak berat. Mereka tidak ada yang pakai ventilator. Dan usianya juga ada yang masih muda," tambahnya.

Lebuh lanjut, saat ini masih ada sebanyak 129 sampel yang kini masih dilakukan whole genome sequencing di Institute Tropical Diseases Universitas Airlangga. Mereka adalag yang PCR test nya menunjukkan CT di bawah angka 25. Yang dikhawatirkan mengandung paparan Covid-19 varian delta.

Memang hasil tes sequencing tidak bisa langsung keluar. Melainkan harus menunggu sampai tes lengkap selesai dilakukan. Biasanya paling cepat antara satu hingga dua minggu.

Tidak hanya itu, Joni juga memperingatkan warga Jatim untuk semakin ketat menerapkan protokol kesehatan. Sebab varian delta ini harus sangat diwaspadai karena memiliki sifat sangat menular. Dan memiliki kecenderungan merusak yang lebih cepat.

"Dan yang harus kita waspadai, ini sudah transmisi lokal. Virus dibawa dari luar negeri, masuk tak terdeteksi dan sudah menularkan ke lingkungan. Ya kami mengimbau tolong lebih hati-hati. Inkubasi varian ini cepat 2-6 hari, oleh sebab itu kan banyak orang yang 2-3 hari terpapar langsung sakit," tegas Joni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved