Breaking News:

Berita Malang Raya

Percepat Pelaksanaan Vaksinasi, Dinkes Kota Malang Ajukan Tambahan Kuota Vaksin Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan mengajukan penambahan kuota vaksin kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Foto ilustrasi petugas medis mempersiapkan vaksin covid-19 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan berbagai upaya untuk pelaksanaan percepatan proses vaksinasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan mengajukan penambahan kuota vaksin kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, saat ini Kota Malang telah memasuki minggu ketiga pelaksanaan vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca, yang ditujukan kepada para lansia, pelayan publik, dan sebagian masyarakat umum.

"Rencana untuk penambahan, akan disesuaikan dengan kebutuhan. Kami akan evaluasi," ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Dirinya menjelaskan, sebelumnya Kota Malang telah mendapatkan pasokan vaksin AstraZeneca sebanyak 10 ribu vial.

Dalam satu vial vaksin AstraZeneca tersebut, bisa digunakan untuk 10 sampai 12 orang.

Dan saat ini, ketersediaan vaksin yang ada di Dinkes Kota Malang, tersisa 70 vial vaksin AstraZeneca.

"Dengan sisa sebanyak 70 vial, bisa dipergunakan untuk kurang lebih sebanyak 700 warga Kota Malang," tambahnya.

Baca juga: Warga Purwodadi Kabupaten Malang Kenalkan Kesenian Jaranan ke Turis Asing

Dirinya mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca di Kota Malang, telah mencapai 95 persen.

Dan selanjutnya, akan dilakukan penghitungan sasaran penerima prioritas, sebelum mengajukan penambahan pasokan.

"Ini sudah 95 persen. Jadi, kami menyelesaikan dulu sampai habis, baru nanti akan dihitung sasaran yang kurang berapa," terangnya.

Dirinya juga menambahkan, selama pelaksanaan vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca, Dinkes Kota Malang menadapatkan sejumlah laporan terkait adanya Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

"Namun KIPI nya ringan, sehingga diberikan penanganan sederhana seperti obat untuk menurunkan panas, untuk mengurangi rasa pegal di tempat suntikan. Itu pun antara satu sampai dua hari saja. Dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Malang, juga telah memberikan penanganan terkait adanya sejumlah laporan KIPI tersebut," tandasnya.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved