Breaking News:

Berita Surabaya

Menko PMK Sampaikan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Anak Mulai Usia Dini

Menko PMK, Muhadjir Effendy menyampaikan peran intervensi kebijakan dan program untuk pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (21/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (21/6/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis UWKS yang ke-40.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy menyampaikan peran intervensi kebijakan dan program untuk pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia.

Menurutnya, untuk menghadapi bonus demografi di tahun 2045, ke depan pihaknya perlu menyiapkan program khusus untuk menyiapkan generasi baru.

"Tidak boleh ada anak usia dini yang tidak mendapat pendidikan, pemerintah telah melakukan intervensi dengan menurunkan biaya operasional PAUD sehingga tidak hanya sekolah saja," ujarnya.

Kemudian ditingkat SD dan SMP, Muhadjir menegaskan, pemerintah berupaya agar para siswa tidak sampai putus sekolah. Oleh karena itu pemerintah menjalankan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Diturunkannya KIP ini untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Dimana sampai saat ini sudah ada 22 juta anak Indonesia yang memiliki kartu ini," ungkapnya.

Muhadjir juga menjelaskan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan untuk memperbanyak jumlah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.

"Untuk rasio perbandingannya dengan SMA sekitar 6:5 nantinya. Di samping itu kurikulum SMA dan SMK sudah tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah, melainkan oleh Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), hingga 70 persen presentasenya," terangnya.

Jika nantinya lulusan SMA dan SMK memiliki akademik yang bagus, Muhadjir menegaskan, pemerintah akan memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau vokasi dengan KIP Kuliah.

"Jika berasal dari keluarga yang kurang mampu namun berprestasi secara akademik, maka akan mendapatkan KIP Kuliah," terangnya.

Sementara itu, Rektor UWKS, Sri Harmadji telah mengklaim telah memberikan KIP Kuliah Kemendikbud kepada 88 mahasiswa baru.

"Tak hanya KIP Kuliah, kami juga memberikan bantuan seperti bantuan UKT SPP terdampak Pandemi, Beasiswa CSR, beasiswa mahasiswa berprestasi, dan beasiswa dari lembaga internasional," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved