Breaking News:

Berita Nganjuk

Lindungi Konsumen, Disperindag Nganjuk Sosialisasi Tera Ulang Alat Ukur pada Pedagang & Pengusaha

Sosialisasi Tera Ulang Alat Ukur Intensif Dilakukan Pada Pedagang Dan Pengusaha Dalam Upaya Beri Perlindungan Konsumen.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
Foto:humas pemkab nganjuk untuk surya.co.id
Kegiatan sosialisasi tera ulang alat ukur yang digelar Disperindag Kabupaten Nganjuk terhadap pedagang dan pengusaha. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk intensif sosialisasi pentingnya tera ulang alat ukur sesuai standar. Hal itu sebagai upaya memberikan jaminan perlindungan terhadap konsumen untuk mendapatkan barang sesuai dengan ukuran yang tepat.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko mengatakan, kegiatan sosialisasi tera ulang alat ukur itu sendiri merupakan kegiatan rutin Bidang Metrologi Disperindag Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan itupun dimaksudkan untuk penyebarluasan informasi, khususnya bagi para pengusaha agar tertib melakukan tera maupun tera ulang alat ukur yang digunakan. Baik itu alat timbang barang maupun peralatan pompa ukur BBM di SPBU serta lainnya.

"Ketika membeli atau menggunakan jasa bisa sesuai standar tentunya konsumen bisa terlindungi. Dan kami berharap bagi yang membutuhkan tera atau tera ulang maak Disperindag siap memberikan pelayanan," kata Haris Jatmiko, kemarin.

Sementara Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Boma Wira Gumilar SH mengatakan, pihaknya hanya mengingatkan bahwa ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang di dalamnya terdapat sanksi bagi pelaku usaha jika menjual barang, produk atau jasa yang tidak layak.

Dimana mereka bisa terancam hukuman paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar sesuai dengan pasal 62 ayat 1 UUPK tersebut.

"Makanya, kami apresiasi sekali tingkat kesadaran pedagang atau pengusaha di Kabupaten Nganjuk yang telah tertib melakukan tera ukur bagi usahanya. Dan kami harap tidak ada yang terlibat dalam praktik kecurangan, atau pelanggaran UUPK ini, karena konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum," kata Boma Wira Gumilar.

Sedangkan anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Nganjuk, H Gondo Hariyono menambahkan, tera ulang alat ukur untuk berjualan tersebut sangat penting. Karena bagaimanapun dengan alat ukur yang telah berstandar akan memberikan jaminan perlindungan dan kepuasan dari konsumen.

"Untuk itu, kami berharap pedagang atau pengusaha yang menggunakan alat ukur untuk berjualan senantiasa memperhatikan standarisasi peralatanya tersebut. Jangan sampai lalai dan bisa melanggar hukum tanpa disadarinya," tutur Gongo Hariyono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved