Berita Lumajang
Ada Karyawannya yang Meninggal Akibat Terpapar Covid-19, Kantor BPN Lumajang Lockdown 5 Hari
Manajemen Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lumajang mengambil kebijakan lockdown mulai Senin (21/6/2021) ini hingga 5 hari ke depan.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Manajemen Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lumajang mengambil kebijakan lockdown mulai Senin (21/6/2021) ini hingga 5 hari ke depan.
Langkah itu diambil setelah satu orang karyawan BPN meninggal usai terkonfirmasi Covid-19.
Kasubag BPN Lumajang, Lusi Komala Sari Novianti membenarkan terkait penutupan kantornya usai berita duka setelah salah satu karyawannya meninggal karena positif Covid-19.
"Iya arahan dari Sekda kami work form home (wfh) sampai tanggal 25 Juni," kata Lusi, Senin (21/6/2021).
Lusi melanjutkan, satu orang rekannya meninggal karena Covid-19 pria berinisial AP. Sehari-hari AP menjabat sebagai Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan. Sementara sebelum terpapar, sekitar dua minggu lalu AP mempunyai riwayat perjalanan dinas luar kota.
"Saya lupa tanggalnya, Pak AP ini sepertinya dua minggu yang lalu ada acara rapat koordinasi di Jakarta beberapa hari, pulang dari situ sakit. Sempat masuk dua hari ngantor, di hari ketiga masuk setengah hari, beliau izin mengeluh sakit. Besoknya kami mendapat kabar beliau positif," ujarnya.
Usai mendapat kabar itu, upaya pencegahan langsung dilakukan secara ketat di lingkungan kantor. Seluruh karyawan langsung dilakukan tes swab.
"Akhirnya kami melakukan tes swab kepada seluruh pegawai, ketemu 6 orang positif. Dari tracing itu ada 1 orang staf yang harus juga dirawat di rumah sakit seperti Pak AP karena ada komorbid (penyakit penyerta). Sedangkan 5 orang lain isolasi mandiri di rumah," jelasnya.
Selama beberapa hari AP menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun, pada Minggu (20/6/2021) sore, AP dinyatakan meninggal dunia karena kondisinya semakin kritis lantaran memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Kata Lusi, kabar duka ini tentu saja cukup mengangetkan rekan-rekan kerjanya. Hingga akhirnya, petinggi BPN Lumajang mengambil keputusan melockdown kantor sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Corona.
"Tentu saja kami sangat kehilangan beliau. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan," pungkas Lusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kantor-bpn-lumajang-lockdown.jpg)