Breaking News:

Berita Bangkalan

Pesan WA Sindir Gubernur Jatim soal Fasilitas Karantina, DPRD Jatim : Mereka Bukan Tahanan !

Tolong penuhi fasilitasnya, mereka bukan tahanan. Mereka butuh kenyamanan secara psikologis agar lekas sembuh

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Rekaman video seorang pria mengenakan kopiah putih dan sarung menuntut kelayakan fasilitas rumah karantina di bekas kantor BPWS di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (20/6/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Ketidakpuasan atas kelayanan penanganan pasien Covid-19 yang dikarantina di bekas kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Kedungcowek Surabaya, mendadak menjadi viral di media sosial (medsos).

Bahkan rekaman video yang memperlihatkan seorang pria sedang berorasi untuk memprotes fasilitas rumah karantina itu, singgah juga di smartphone anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Mahfud.

Bekas kantor BPWS di Kedung Cowek itu memang menjadi salah satu rumah karantina bagi para pelintas Jembatan Suramadu yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test antigen.

Rumah karantina itu sengaja disiapkan pemerintah bagi pelintas Jembatan Suramadu tujuan Surabaya-Madura yang berstatus reaktif dalam gelar penyekatan. Di bekas kantor BPWS itu terdapat sedikitnya 100 warga, beberapa di antaranya berusia lanjut. Rumah karantina juga disediakan di Tanean Suramadu, rest area Suramadu sisi Bangkalan.

Mahfud pun bereaksi atas adanya video itu. “Tolong penuhi fasilitasnya, mereka bukan tahanan. Mereka butuh kenyamanan secara psikologis agar lekas sembuh. Jangan malah bertambah parah,” ujar Mahfud kepada melalui sambungan seluler kepada SURYA, Minggu (20/6/2021).

Ia mendesak Pemprov Jatim atau pihak terkait yang bertanggung jawab atas fasilitas rumah karantina itu, segera memberikan jaminan. Yaitu kelayakan fasilitas seperti yang menjadi tuntutan penghuni rumah karantina di bekas kantor BPWS.

“Kita tidak bisa menyuruh masyarakat hidup bersih tanpa didukung dengan fasilitas. Air tidak ada. Pakaian ganti tidak punya karena mereka tidak mempersiapkan diri saat penyekatan,” desak politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam video berdurasi 07:58 menit itu disebutkan, total ada 100 warga penghuni rumah karantina di bekas kantor BPWS itu, beberapa di antaranya berusia lanjut. Untuk keperluan mandi, mereka memanfaatkan 4 toilet yang dikhususkan untuk buang air besar.

Ada 10 tuntutan warga penghuni rumah karantina. Pertama, air yang tidak pernah mengalir di toilet atas arah Utara. Kedua, tempat suci untuk melaksanakan shalat berjamaah tidak tersedia.

Ketiga, mereka meminta kendaraan bermotor yang ditinggalkan, dikembalikan ke rumah karantina. Apabila ada kerusakan dan kehilangan harus ada yang bertanggung jawab.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved