Breaking News:

Berita Blitar

Pembalakan Hutan di Blitar Makin Nekat, Pelaku Diduga Memanggul Kayu Sejauh 1 KM

Bahkan ada pencuri yang bermotif lain yaitu sengaja membabat hutan untuk dirusak, dan dialihfungsikan menjdi perkebunan tebu.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Warga sekitar hutan Gondangeli, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar peduli dengan kelestarian hutan sehingga rela mengecek ke lokasi pencurian kayu. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Jika dulu pencuri kayu hutan selalu mengincar kayu jati yang besar atau berusia puluhan tahun, namun sekarang tidak demikian. Yang terjadi sekarang, tidak peduli kayu jati itu besar atau belum layak ditebang, para pelaku pembalakan liar tetap mencurinya.

Akibatnya kawasan hutan di Kabupaten Blitar rawan gundul karena kayu yang belum layak ditebang, juga banyak yang ditebangi. Bahkan ada pencuri yang bermotif lain yaitu sengaja membabat hutan untuk dirusak, lalu lahan hutan yang sudah gundul bisa dialihfungsikan menjdi perkebunan tebu.

Seperti pencurian kayu jati di hutan Gondangeli, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitari. Kayu jati berusia baru belasan tahun atau baru berdiameter sekitar 80 centimeter, sudah dicuri.

Itu diketahui warga sekitar, Minggu (20/6) siang. Bahkan ada sebanyak 30 batang jati diketahui sudah hilang dan hanya tinggal bongkahan bekas digergaji.

"Kami masih mengerahkan anggota ke lokasi karena itu berada di tengah hutan dan medannya cukup sulit. Ada beberapa kilometer yang tak bisa ditempuh kendaraan melainkan harus berjalan kaki," kata Ivan Cahyo, Wakil Adm Perhutani Blitar.

Pencurian itu diketahui dari informasi masyarakat yang mengetahui pertama kali. Di sekitar lokai ditemukan banyak sisa ranting berserahkan. Bahkan ada beberapa batang yang tertinggal di TKP dan rata-rata berukuran panjang 3 meter.

"Untuk sementara, ditemukan 30 bongkahan dengan bekas digergaji dan sepertinya belum lama karena belum mengering," paparnya.

Pencurian ini bukan kebetulan dan diduga pencurinya sudah paham medan meski cukup sulit dijangkau. Ada beberapa kilometer yang tak bisa ditempuh dengan semua jenis kendaraan dan harus berjalan kaki. Itu karena berada di kawasan perbukitan yang cukup miring sehingga pencuri harus berjalan kaki.

"Kemungkinan, pelaku mengeluarkan kayunya dengan dibonceng sepeda motor. Namun sebelum sampai ke lokasi yang datar atau dijangkau sepeda motor,diduga pencuri membawa kayu curiannya dengan cara memanggulnya sepanjang 1 KM," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved