Breaking News:

Berita Nganjuk

Pedestrian Kota Nganjuk Segera Dimulai, Ada Penertiban Kabel Sampai Pembersihan Para PKL

Karena pada awal Agustus 2021, pembangunan proyek pedestrian sisi Timur Jalan A Yani bakal mulai dikerjakan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro (tengah) memimpin rakor sosialisasi kesiapan ANDALALIN sisi timur Jalan A Yani Kota Nganjuk yang akan dilakukan pembangunan pedestrian. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Proyek pembangunan pedestrian sisi Timur Jalan A Yani Kota Nganjuk, akan segera dimulai oleh Pemkab Nganjuk. Tetapi sebelumnya, pemkab melakukan sosialisasi penertiban dan pembersihan di sepanjang kawasan yang akan dibangun proyek pedestrian oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) itu.

Kepala DPRKPP Nganjuk, Agus Frihannedy menjelaskan, penertiban dan pembersihan kawasan pembangunan pedestrian akan dilakukan pada 23 Juli 2021. Karena pada awal Agustus 2021, pembangunan proyek pedestrian sisi Timur Jalan A Yani bakal mulai dikerjakan.

Agus berharap semua organisasi perangkat daerah (OPD), instansi teknis maupun pihak terkait bersinergi dalam penertiban dan pembersihan. Khususnya untuk papan reklame maupun kabel jaringan telekomunikasi yang berada di sisi Timur Jalan A Yani.

"Kami telah berkomunikasi dengan mengirim surat kepada pihak terkait. Misalnya pemilik jaringan telekomunikasi," kata Agus, Minggu (20/6/2021).

Selain itu, ungkap Agus, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan berbagai pihak lainya. Ini karena sisi Timur merupakan pusat bisnis, seperti ada kantor perbankan dan sebagainya.

"Tentunya kita tidak ingin aliran listrik maupun jaringan komunikasi terganggu dan berdampak pada operasional perkantoran dan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut,” ucap Agus.

Sedangkan Kepala Satpol PP Nganjuk, Samsul Huda mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban dan pembersihan setelah batas waktu yang diberikan kepada pemilik reklame habis.

"Langkah administrasi sudah dilakukan, dan selanjutnya pasang pengumuman. Itu sebagai langkah preventif untuk menghindari kemungkinan terjadi masalah dan bahkan tuntutan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan," kata Samsul.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Nganjuk bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) bersiap membentuk dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN). Kepala Dishub Nganjuk, Tri Wahju Kuntjoro mengatakan, pembangunan pedestrian dan Taman Nyawiji ke depan akan membawa dampak di berbagai sektor.

Termasuk terhadap pengaturan lalu lintas, kebiasaan masyarakat serta fungsi jalan itu sendiri. Untuk itu, diperlukan masukan dari OPD terkait. Dan hasilnya akan digunakan sebagai materi pada rapat FLLAJ berikutnya.

“Hasilnya akan kita sampaikan kepada konsultan yang akan menganalisa, dan hasil analisa akan digunakan untuk membentuk dokumen ANDALALIN," kata Tri Wahju.

Dalam analisa tersebut, ungkap Tri Wahju, bisa diketahui dampak-dampak yang akan ditimbulkan dari pembangunan pedestrian. Yang mungkin berakibat pada penambahan rambu-rambu, pengalihan jalur lalu lintas dan penyediaan kantong-kantong parkir.

"Dan hasil analisa itu juga akan digunakan dalam mengusulkan perubahan anggaran APBD nanti,” tandasnya.

Sedangkan Kasatlantas Polres Nganjuk, AKP Marita Dyah Anggraini menambahkan, ada dua alternatif pengalihan lalu lintas pada proses pembangunan pedestrian dan Taman Nyawiji yang akan menjadi ikon Nganjuk tersebut. "Karena letaknya yang berada di jantung kota, maka perlu penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan proyek pedestrian tersebut," kata Marita.

Kemudian, imbuh Marita, perlu penertiban maupun penyediaan kantong parkir di sekitar Taman Nyawiji. Selain di Jalan A Yani, penertiban parkir juga perlu dilakukan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Dermojoyo dan Jalan Merdeka. "Ini untuk mengurangi kemacetan yang selama ini sering terjadi," tutur Marita. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved