Berita Surabaya

Kini di Kelasku Digital Surabaya Anak Bisa Bikin Game Sendiri

Founder 'Kelasku Digital" Heni Prasetyo Rini dengan berbagai perlengkapan untuk mengajar coding secara online di kawasan Sambikerep Surabaya.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/habibur rohman
KELASKU DIGITAL - Founder Kelasku Digital Heni Prasetyo Rini dengan berbagai perlengkapan untuk mengajar coding secara online di kawasan Sambikerep Surabaya, Sabtu (19/6/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berawal dari pengalamannya sebagai seorang ibu yang kerap mendapati anaknya bermain game, Heni Prasetyo Rini berusaha mengalihkan perhatian anaknya dengan membelikan komputer.

Founder Kelasku Digital ini mulanya berharap agar setelah capek main game, anak bisa nguprek komputer untuk belajar hal lain.

"Minimal bisa buka microsoft word atau Paint," ungkap Heni saat ditemui SURYA.co.id di kawasan Sambikerep Surabaya, Minggu (20/6/2021). 

Singkat cerita strategi yang ia jalankan berhasil hingga anaknya memilih sekolah SMK jurusan Pemrograman.

Keberhasilan itu kemudian membuatnya ingin menyelamatkan masa depan anak lainnya dengan mendirikan Kelasku Digital di Surabaya.

"Dengan pengalaman yang sama, saya yakin program coding kids di Kelasku Digital ini, bisa jadi jalan anak-anak gamer mengasah kreativitasnya," ungkapnya.

Dalam Kelasku Digital Heni menawarkan 3 kelas dalam membimbing anak bertalenta digital yaitu Kelas Creative Coding, Kelas Start Up Founder, Kelas Conten Kreator.

Karena mengajar dalam kondisi Pandemi, Heni menggunakan 2 metode pembelajaran yaitu dengan memberikan materi dalam bentuk e-book yang bisa diakses dengan mudah dan memberikan video tutorial untuk mempermudah pemahaman.

"Sasaran saya anak - anak, karena lebih mudah memahami bahasa coding jika diajari sejak dini.

Disamping itu orangtua akan merasa lebih aman ketika anak memiliki kegiatan positif selain bermain game," terangnya.

Heni mengajar muridnya seminggu 1 kali pertemuan, dimana setiap kelas hanya dibatasi maximal 10 orang secara virtual.

"Saya batasi supaya pembelajaran lebih efektif. Saya mengajar selama 1 jam disetiap pertemuan.

Namun saya tetap membuka akses jika murid saya ingin berkonsultasi seputar projek melalui WhatsApp secara personal," ujarnya.

Sampai saat ini, Heni sudah mengajar kurang lebih 200 murid dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Dalam waktu dekat, Heni akan membuka rumah digital kreatif yang ia cita-citakan.

"Saya sudah beli tanahnya dan dalam proses pembagunan. Semoga Pandemi segera berakhir agar anak-anak dapat belajar membuat game, website dengan pendampingan saya secara langsung (tatap muka)," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved