Breaking News:

Berita Mojokerto

Enam Wanita PSK yang Terjaring Razia di Mojokerto Direhabilitasi 4 Bulan di Kediri 

Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto akan menerapkan sanksi terhadap enam wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Wanita PSK terjaring razia PMKS diamankan di kantor Dinas Sosial, Jl RA.Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO- Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto akan menerapkan sanksi terhadap enam wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia Penyandang Masalah Kesederhanaan Sosial (PMKS).

Sebelumnya, keenam wanita PSK terjaring razia PMKS oleh petugas gabungan dari Dinsos bersama TNI/Polri serentak
di sembilan titik di tempat prostitusi terselubung.

Di antaranya di Watesumpak Trowulan, Jati Mojosari, Nggrame Mojosari (Pasar Hewan), Ngrandu dan Tumpak Kecamatan Jetis, Lespadangan Kecamatan Gedeg, Japanan Kecamatan Kemlagi, dan Siping Kecamatan Dawarblandong, Sabtu (19/6/2021) malam..

Kasi Rehsos (Rehabilitasi Sosial) Dinsos Kabupaten Mojokerto, Zainul Hasan mengatakan keenam wanita PSK ini akan menjalani pembinaan sekaligus pelatihan keterampilan usaha selama empat bulan di UPT Rehabilitasi Bina Karya Wanita, Kota Kediri. Selama menjalani pembinaan dan pelatihan itu mereka tidak diperkenankan pulang.

"Ada enam wanita PSK yang diamankan dalam razia PMKS setelah dilakukan pendataan pada malam itu juga
dibawa ke UPT Rehabilitasi Bina Karya Wanita dan boleh dijenguk keluarga namun mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tempat pembinaan dan pelatihan selama empat bulan," ungkapnya di Kantor Dinsos Kabupaten Mojokerto, Minggu (20/6/2021 dini hari.

Zainul menyebut pembinaan dan pelatihan ini dimaksudkan untuk bimbingan mental sekaligus membekali keterampilan usaha bagi enam wanita PSK ini agar mereka tidak kembali bekerja seperti itu.

"Mereka akan dibekali keterampilan usaha sesuai minat ada pelatihan tata boga, salo, kerajinan dan lainnya yang diharapkan setelah menjalani rehabilitasi selama 4 bulan mempunyai kompetensi untuk membuka usaha mandiri," jelasnya.

Menurut dia, latarbelakang para wanita PSK ini dari perempuan muda usai 20 tahun ibu rumah tangga dan janda usia 40 tahun yang mayoritas mereka memiliki permasalahan klasik yaitu karena himpitan
ekonomi sehingga terjun ke dunia prostitusi terselubung.

"Kebanyakan mereka beralasan karena masalah ekonomi sehingga bekerja seperti itu dan harapan kami dengan diberi bekal keterampilan dapat membuka usaha mandiri dan tidak kembali terjerumus ke prostitusi," ucap Zainul.

Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP guna penindakan adanya warung remang-remang yang menyediakan fasilitas wanita PSK berupa kamar untuk transaksi seks. Apalagi, pihaknya mendapati seorang wanita PSK sedang melayani pria hidung belang di dalam kamar warung remang-remang di kawasan Japanan, Kecamatan Kemlagi.

"Ada satu wanita PSK yang tertangkap basah lagi Action (Melayani Pria Hidung Belang) dan tempatnya di dalam kamar warung remang-remang nanti kita akan koordinasi dengan Satpol terkait penindakannya," terangnya.

Seperti yang diketahui, petugas gabungan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto bersama TNI/ Polri mengamankan enam Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam razia Penyandang Masalah Kesederhanaan Sosial (PMKS).

Keenam wanita PSK diamankan di tiga lokasi berbeda yakni tiga PSK diamankan saat mangkal di warung remang-remang, jalan raya Desa Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kemudian, satu PSK tertangkap basah sedang melayani pria hidung belang di sebuah kamar yang berada di warung remang-remang jalan raya Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan, dua wanita PSK yang diamankan di warung remang-remang Kecamatan Mojosari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved