Breaking News:

Berita Gresik

Covid Varian 'Delta' India Diduga terdeteksi di Gresik dari Klaster Kudus dan Bangkalan

Salah satu virus corona yang kini tengah diwaspadai adalah varian Delta (B.1.167.2) dari India.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, drg Saifudin Ghozali menyebut hasil tracing ada transmisi varian Delta (B.1.167.2) dari India dari klaster Bangkalan di Cerme dan klaster Kudus di Panceng. 

SURYA.co.id | GRESIK - Salah satu virus corona yang kini tengah diwaspadai adalah varian Delta (B.1.167.2) dari India. Diduga, telah terdeteksi di klaster Bangkalan dan klaster Kudus di Gresik.

Varian Delta menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebar di enam provinsi, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Varian Delta atau B.1.617.2 mudah menular dan disebut sebagai salah satu penyebab lonjakan kasus di Indonesia.

Di Wilayah Kabupaten Gresik tambahan kasus Covid-19 setiap harinya di atas 10 kasus.

Tren Covid-19 naik, dan satu RT terpaksa di-lockdown setelah banyak warga setempat terpapar Covid-19 dari klaster Bangkalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, drg Saifudin Ghozali mengatakan varian Delta  terdeteksi di klaster Kudus, Jawa Tengah dan klaster Bangkalan di Jawa Timur.

"Hasil tracing itu, sudah ada transmisi dari sana klaster Bangkalan di Cerme dan klaster Kudus di Panceng.

Hasil lab uji varian sudah kami kirim ke Jakarta tapi sampai hari ini belum keluar," ucapnya, Minggu (20/6/2021).

Mantan kepala puskesmas Bungah itu menyarankan agar masyarakat harus waspada dan tidak boleh panik. Menerapkan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci menekan laju penyebaran Covid-19 disamping pelaksanaan vaksinasi.

"Kita harus 3T (testing, tracing, treatment) dan 5 M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan) kuncinya disitu semua dan menjaga imun, masyarakat Gresik harus waspada tapi tidak boleh panik," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala terinfeksi varian Delta agak berbeda dengan gejala terinfeksi virus corona pada umumnya seperti sesak napas, batuk, dan kehilangan kemampuan penciuman.

Kebanyakan penderita infeksi varian Delta menunjukkan gejala berupa sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Virus corona varian delta menjadi perhatian serius, karena hasil tes laboratorium menunjukkan, varian delta lebih menular dibanding varian Covid-19 lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved