Breaking News:

6 Anggota TNI AL Aniaya Warga hingga Tewas, Ini Motifnya, Bermula Urusan Mobil Keluarga Pacar

Mereka semuanya terancam dipecat dari kesatuannya karena ancaman hukumannya, penjara maksimal 10 tahun.

Editor: Suyanto
SURYA.co.id/Montase
Ilustrasi penganiayaan 

SURYA.co.id I JAKARTA - Motif enam oknum anggota TNI AL menganiaya warga hingga tewas di Wisma Atlet Purwakarta pada 29 Mei 2021 lalu, kini terang benderang setelah pengusutan oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal),

Mereka semuanya terancam dipecat dari kesatuannya karena ancaman hukumannya, penjara maksimal 10 tahun.

Hasil pengusutan itu disampaiakn Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal), Laksamana Muda (Laksda) TNI Nazali Lempo dalam konferensi pers bersama Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, di Puspomal, Jakarta, Jumat (18/06/2021).

Menurut Nazali, proses hukum saat ini masih ditangani Puspomal, untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Militer. "Untuk proses hukumannya, nanti kita menunggu keputusan sidang di pengadilan (militer). Tapi pasalnya udah kita terapkan, yaitu penganiayaan berat sampai menghilangkan nyawa orang lain," kata Nazali, seperti dikutip dari KompasTV, Jumat.

"Ancamannya maksimal 10 tahun (penjara). Karena ancamannya sampai 10 tahun, biasanya prajurit tersebut dipecat dari TNI Angkatan Laut," lanjut Nazali.

Dalam kesempatan tersebut, Nazali membantah pernyataan yang menyebut bahwa sebelumnya telah terjadi penculikan terhadap para korban.

"Sebenarnya itu bukan penculikan. Karena berawal dia (pelaku) mempunyai pacar ya. Orangtuanya minta bantu. Terkait mobil yang hilang. Jadi anggota kita ini inisiatif mencari pelakunya," ucap Nazali.

Oknum tersebut, lanjutnya, melibatkan lima temannya di TNI AL yang pada waktu itu tengah berlatih sebagai atlet dayung di kawasan Purwakarta. Tak berapa lama, pelaku berhasil ditemukan.

Enam anggota TNI tersebut membawa dua orang warga yang diduga pelaku pencurian mobil ke Wisma Atlet Purwakarta. Dua warga tersebut kemudian mengaku telah menggelapkan mobil orangtua pacar salah satu oknum TNI tersebut, bahkan hingga menjualnya.

Menurut Nazali, anggotanya saat itu mungkin lepas kendali dan emosi sehingga melakukan penculikan dan penganiayaan. "Mungkin di luar kendali juga anggota kita mungkin lepas emosi, untuk menekan (warga) mungkin saat kejadian itu terjadi tindakan yang di luar batas," kata Nazali.

Tindakan penganiayaan tersebut membuat satu dari dua warga yang dibawa ke Wisma Atlet meninggal. Tapi, oknum TNI malah menyembunyikan mayat warga dan tak sempat melaporkan kejadian ke atasan. Tapi kemudian akhirnya, ia melaporkannya ke atasan.

Saat akhirnya kasus diketahui, TNI AL langsung mengambil tindakan tegas dengan mencari dan mengamankan mayat warga, kemudian diambil visum di RSCM, agar bisa diproses hukum.

Nazali menungkapkan, keenam anggota TNI AL terbukti melanggar pasal 351 KUHP dan Pasal 354 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. "Itu nanti hukumannya maksimal 10 tahun. Dan proses ini kita transparan," ujar Nazali.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved