Breaking News:

Berita Lumajang

Penting Diketahui, Pembuat Konten Komersial di Kawasan TNBTS Dikenakan Tarif

Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan menarik biaya administrasi bagi siapa pun yang membuat konten komersil di wilayahnya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
Istimewa
Daftar tarif dokumentasi komersial di kawasan TNBTS. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Bagi Anda seorang konten kreator tampaknya wajib mengetahui aturan jika berniat membuat konten video atau foto di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pasalnya, pihak TNBTS akan menarik biaya administrasi bagi siapa pun yang membuat konten komersil di wilayahnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo.

Dia mengatakan, beberapa waktu lalu ada seorang fotografer berniat menggelar foto prewedding di kawasan Ranupane. Namun, tiba-tiba diminta membayar biaya administrasi oleh pihak TNBTS.

"Iya kemarin ada kejadian seorang fotografer mau bikin foto prewedding. Nah waktu itu dia diminta bayar Rp 250 ribu. Dia gak tahu ada aturan mengenai ticketing berbau komersil, akhirnya dia turun lagi," ungkap Yoga Pratomo, Jumat (18/6/2021).

Kata Yoga, sebenarnya ini sudah aturan lama. Bahkan, hal itu sudah tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan.

Dengan demikian pengunjung yang akan melalukak kegiatan dokumentasi bersifat komersial wajib mengantongi SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi).

Caranya, pengunjung mengajukan permohonan ke kepala seksi wilayah dengan membawa identitas diri. Kemudian, pemohon melakukan pembayaran, lalu akan diberikan kwitansi bukti pembayaran oleh pihak TNBTS.

"Ini berlaku yang komersial saja ya, misalkan konten kreator bikin foto prewedding, bikin film atau liputan untuk tayangan program acara tv. Tapi kalau untuk pengunjung biasa tidak kok," jelasnya.

Yoga berharap para konten kreator memahami pemberlakuan aturan tersebut. Untuk itu, ia mengimbau para pengunjung selalu menyampaikan maksud dan tujuan kepada penjaga loket di Desa Burno, ketika hendak memasuki kawasan TNBTS.

"Sampaikan maksud dan tujuan agar dapat diketahui pengenaan biaya tiketnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved