Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Lima Kasus Covid-19 Varian India dari Bangkalan Kembali Ditemukan, Total di Jatim Ada Delapan Kasus

Ada temuan baru untuk kasus Covid-19 varian delta India di Jatim. Total temuan barunya ada lima kasus. Semua itu ditemukan dari Bangkalan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana saat diwawancara di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (18/6/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Temuan kasus Covid-19 varian delta India kembali ditemukan di Jawa Timur. Setelah sebelumnya diberitakan ada tiga kasus Covid-19 varian delta India yang ditemukan di Bangkalan, hari Kamis (18/6/2021) ini, Pemprov Jatim kembali menemukan kasus baru sebanyak lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian delta India, B16172.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana saat diwawancara di Stadion Gelora Bangkalan, di sela mendampingi kunjungan Kapolri dan Panglima TNI terkait Serbuan Vaksinasi di Bangkalan.

Ia menegaskan, bahwa lima kasus temuan baru itu membuat secara kumulatif kasus varian delta India yang telah ditemukan di Jatim menjadi delapan kasus.

"Jadi memang benar ada temuan baru untuk kasus varian delta India di Jatim. Total temuan barunya ada lima kasus. Semua itu ditemukan dari Bangkalan, baik yang dari penyekatan maupun dari pasien yang sudah dirawat dari RS rujukan yang kemudian dirawat di Surabaya," kata Herlin.

Namun, Herlin tidak merinci berapa kasus baru yang ditemukan dari hasil penyekatan dan berapa yang ditemukan dari rujukan pasien dari Bangkalan. Yang jelas dikatakan Herlin, bahwa lima kasus baru itu semuanya dari Bangkalan.

"Memang kami ada kebijakan, bila ada teman-teman RS yang mendapatkan rujukan pasien dari Bangkalan dan hasil PCR testnya menunjukkan CT value di bawah 25, maka harus dilakukan sequencing. Maka yang dapat rujukan dari Bangkalan dan CT nya kurang dari 25 maka dikirim ke kami sampelnya dan ketemu tambahan baru sebanyak lima pasien," tegasnya.

Lebih lanjut Herlin menegaskan, bahwa 5 temuan kasus baru ini juga bukan merupakan warga yang baru saja pulang dari luar negeri ataupun tenaga migran. Melainkan warga biasa. Sehingga ia memastikan bahwa memang varian delta India di Bangkalan sudah menyebar secara lokal atau transmisi lokal.

Transmisi lokal juga ditemukan sebelumnya pada tiga pasien yang lebih dulu dideteksi terpapar Covid-19 varian delta India. Sampel mereka didapatkan dari hasil pentekatan.

"Varian India ini mutasi virus Corona yang berbahaya dan wajib kita waspadai bersama. Sebab penularannya sangat cepat. Dan virus jenis ini lebih cepat membuat buruk kondisi orang yang terpapar. Maka kami harus lebih hati-hati dengan virus varian ini," tegasnya.

Herlin belum bisa merinci kondisi pasien Covid-19 varian delta India ini.

Namun, ia menjelaskan, bahwa delapan kasus Covid-19 varian delta India di Jatim ini dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda. Satu di RS di Bojonegoro, kemudian ada yang dirawat di RS swasta di Surabaya dan juga beberapa sisanya dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura.

"Sekali lagi ini menjadi pengingat kita semua untuk lebih waspada. Masker tidak boleh tidak. Jauhi kerumunan, menjaga jarak aman dan kurangi mobilitas," pungkas Herlin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved